Wanita itu duduk diantara orang-orang yang berlalu lalang. Matanya terfokus pada gadget yang ia pegang, namun terkadang matanya terpejam lalu terjaga. Sesekali, ia lihat jam tangannya dan mengalihkan pandangannya pada gerombolan orang yang sedang berdiri menunggu.
edmund watson, kapan kau tiba? gerutunya dalam hati. Ia eratkan tangannya pada sweater biru miliknya, dan matanya mulai terpejam sedikit demi sedikit.
mengapa tiba-tiba gelap? . Calissa langsung membuka matanya dan..... Aaaah . Tangan yang menutupi matanya langsung terlepas saat giginya menggigit tangan itu. Laki-laki itu masih meringis dan duduk disamping Calissa.
"Apakah kau tidak rindu padaku? kenapa kau tega menggigit jariku?" ucap edmund dan mencubit kedua pipi Calissa dengan kencang lalu memeluknya.
"itu namanya bentuk pertahanan. Itu salahmu, mengapa kau lakukan itu tiba-tiba?" jawab Calissa dengan ekspresi protesnya. Edmund melepaskan pelukannya dan balik menatap Calissa.
"kalau tidak tiba-tiba, bukan surprise" ucap edmund, kini ia mengeluarkan sesuatu dari tas yang ia gendong.
"ini janjiku" Ucap peter dan memberikan sebuah botol kaca berpita disertai senyuman seringainya.
Calissa tertawa geli melihat botol kaca itu, dan mencubit perut peter yang membuat peter meringis kesakitan. "apakah kau gila?" ucap Calissa menahan tawanya.
"aku kan sudah berjanji padamu dan aku harus menepatinya. Oh ya, dan juga ini..." Jawab peter dan memberikan postcard bergambar pemandangan kota London. Calissa langsung membukanya dan ternyata berisi foto londoneyes yang diambil langsung oleh edmund.
"oke, we have to go. Sepertinya kita harus ke laundry dulu" Ucap peter sambil berdiri memakai tasnya serta menarik kopernya. Calissa terdiam menatap pria yang memakai sweater dan kupluk itu. Edmund menengok kearah belakang, dan kembali pada Calissa yang menatap penuh kesal.
"whats wrong?" Tanya edmund tanpa salah. Calissa menatap sinis edmund dan menggigit bibirnya.
"siapa yang menelponku hari itu?" Ucap Calissa dengan tatapan menyelidiki.
"Apa maksudmu?" jawab edmund. Calissa mengambil tasnya di kursi tunggu dan berjalan. "Kau bilang tidak akan bawa cucian kotor" Ucap Calissa pelan dan tetap berjalan. Edmund berjalan dan tertawa puas melihat reaksi Calissa.
"Hey.... aku bercanda. Kita kerumahku dulu, ibuku sudah memasakan makanan untuk kita. Oh ya, bagaimana perjalananmu ke Miami?" Ucap edmund dan merangkul dengan tangan kanan Calissa dan tangan kirinya menarik koper.
°°°
18.00 am, Suasana hangat tergambar jelas pada ruangan itu. Gurau tawa dan canda menyelimuti ruang makan itu, semua tenggelam dalam tawa bahagia.
"Hey, edmund. Bagaimana bisa kau tega hanya membawakan Calissa udara london yang kau masukan dalam botol kaca?" Ucap seorang pria baya yang duduk didepan Calissa. James Watson. Ayah edmund.
"Aku ingin membelikan dia lebih, tapi saat ku tanya dia menjawab "jangan bawa cucian kotor" dan dia juga menantangku membawa segarnya udara london" Jawab edmund, ia mencoba membela dirinya didepan ayahnya.
"Calissa, kenapa kau tidak meminta sesuatu pada dia?" Tanya bibi mary, ibu edmund. Calissa menelan puddingnya sebagai makanan penutup, lalu menatap mematikan kearah edmund.
"aku hanya ingin mengetes dirinya, apakah dia benar-benar ingat padaku tanpa aku harus memintanya" Jawab Calissa. Bibi mary dan paman james langsung tertawa melihat tatapan Calissa kepada edmund. Namun, edmund langsung tersedak mendengar jawaban itu dan meminum air.
"hey, bukan itu maksudku. aku hanya ingin mengikuti katamu, jadi aku tak membeli apapun sesuai permintaanmu" Ucap edmund mencoba mengelak, Calissa langsung mengenyampingkan duduknya sehingga bisa dengan jelas menatap edmund.
"seberapapun kau mencoba mengelak, aku sudah tau kebenarannya" Jawab Calissa. Paman dan Bibi James bangkit dari kursinya dan pergi membiarkan kedua manusia itu bersama, setelah 2 minggu mereka tak bertemu.
°°°
"setidaknya aku tak mencuci pakaian kotormu" Ucap Calissa dan terus mencuci piring kotor bekas makan malam mereka.
"Besok kau akan menemaniku mencuci sisa pakaian kotorku" jawab edmund meledek Calissa.
"Aku rasa besok aku sangat sibuk. so, i cant accompany you" jawab Calissa santai dan membilas piring dan gelas. Edmund tertawa geli, dan membantu Calissa mengelap piring dan gelas yang sudah bersih dan menyusunnya.
"Setahuku, besok minggu dan kau libur" ucap edmund tak mau kalah oleh dengan Calissa.
"aku sibuk merapihkan apartmentku" Jawab Calissa dan menjulurkan lidahnya pada edmund.
"Kalau begitu, aku akan membantumu" Ucap edmund tetap mempertahankan dirinya.
"akan ku kunci pintunya" ucap Calissa.
"akan ku minta kunci cadangan atau mendobrak pintunya" Jawab edmund.
"Aku akan menelpon polisi secepatnya" ucap Calissa.
"aku akan kabur secepatnya sebelum polisi datang" jawab edmund, kini ia duduk di meja makan memotong apel untuk dia dan Calissa .
"Aku akan mengejarmu" Ucap Calissa.
"Dan aku akan mengejar hatimu" Ucap edmund. Dan..... krek Calissa mengigit apelnya sehingga lidahnya ikut tergigit juga setelah mendengar itu.
"Apakah kau baik-baik saja sepulang dari London?" Ucap Calissa menghilangkan keheningan.
.....
..
tingtong...... Bel rumah terbunyi dan suara pintu terbuka terdengar jelas saat itu. Calissa dan edmund langsung menatap arah pintu itu.
"hey.... sudah lama tak bertemu, ah aku kira siapa yang akan datang,ternyata kau. Bagaimana kabarmu Dane?kenapa baru pulang jam segini? Tubuhmu terlihat lebih kurus" Ucap Calissa pada laki-laki yang baru datang, Dane Watson.
°°°°°
Hai hai^^ maaf yah updatenya lamaa, pengen nambahin mulmed tapi gak sempet, ditunggu saja yaaah^^
KAMU SEDANG MEMBACA
IMUNO
Teen FictionApakah mesin waktu itu benar ada? Jika ada.... izinkan aku memakainya sekali saja dalam hidupku. Aku ingin memulai kembali semuanya, aku tidak akan bermain lagi dalam pilihan. Terlihat tak penting, namun ternyata itu semua menentukan hidupmu. itula...
