👆 Yang di mulmed itu outfitnya Kiran yaa..
"Kalian... pacaran kan?"
Pertanyaan yang kembali diajukan Barra membuat Dev menghela napas untuk meredakan sedikit keterkejutannya. Matanya menelisik wajah Barra yang tak terbaca ekspresinya. Rautnya masih sama, sebelas dua belas dengan dirinya : datar dan dingin. Mungkin persamaan itu juga menjadi salah satu faktor mereka betah bersahabat sampai sekarang.
Tak lama kemudian Dev mendengar dehaman ayah Kiran.
"Udah pulang kamu Bar?" Pertanyaan tersebut seperti menyentak Barra. Dirinya bahkan sampai lupa memberi salam pada om dan tantenya. Barra kemudian masuk ke dalam rumah, dan mencium tangan ayah serta ibu Kiran.
"Iya om, tante. Maaf Barra sampai lupa salaman sama om sama tante.."
Ibunda Kiran yang mendengar itu hanya tersenyum lembut kemudian mengusap lembut bahu Barra.
"Kita masuk yuk Bar. Biarin adik kamu pergi sama Dev. Dev kan sahabat kamu, kamu lebih kenal baik sama dia. Kamu pasti lebih tau seaman apa kalau Kiran pergi sama Dev.." Barra terdiam sesaat sebelum akhirnya berkata.
"Iya tante. Lagian Barra cuma tanya doang kok.."
"Iyuuuhhh mas Barra. Nempel-nempel kaya koala ih. Geli.." timpal Kiran melihat sepupunya itu yang tengah memeluk ibu Kiran dari samping tanpa ada jaim-jaimnya.
"Hahaha.. nggak tau tuh masmu Ran. Papa aja nggak berani meluk-meluk gitu di depan tamu.." kali ini giliran ayah Kiran yang berkomentar.
"Hehe.. maaf om. Udah sana kalau mau pergi biar kagak kemaleman. Ati-ati Dev, jagain adek gue. Lecet dikit gue sleding lu.."
"Barraaa..." ucap Desvi dan Wisnu bersamaan, yang direspon dengan kekehan Barra di tempatnya.
*
Kiran dan Dev kini sudah berada dalam mobil Dev. Setelah meminta izin pada keluarga Kiran, mereka pun segera berangkat agar tidak kemalaman. Malam ini Kiran terlihat sangat cantik.
A line skirt berwarna cokelat ditambah dengan atasan berwarna hitam membuat Kiran terlihat casual namun tetap cantik. Bahkan sedari tadi Dev tak berhenti mencuri pandang ke arah Kiran yang duduk di sebelahnya.
"Kiran..."
"Hmmm.." gumam Kiran sembari menoleh ke arah Dev, menunggu Dev melenjutkan perkataannya. Namun setelah beberapa saat menunggu, Dev justru terlihat fokus pada jalanan di depannya tanpa mengatakan apa-apa lagi. Kiran yang melihat itu lantas mengerutkan keningnya bingung.
"Kenapa? Kok nggak jadi ngomongnya.."
Selanjutnya Kiran dapat merasakan laju mobil yang melambat dan kemudian berhenti. Ternyata mereka terjebak lampu merah. Dev kemudian menghadapkan tubuhnya ke arah Kiran yang masih menatapnya. Entah mendapat keberanian dari mana, tangan Dev terulur begitu saja untuk mengelus lembut puncak kepala Kiran. Perlakuan itu membuat Kiran sempat menegang sesaat sebelum kembali merasakan perasaan yang luar biasa hangat di hatinya.
"Kamu malam ini cantik banget. Saya sampai nervous, nggak bisa natap kamu lama-lama. Tapi kalau kelamaan nggak natap, hati saya yang nggak tenang. Serba salah kan.."
"Aku cuma pakai skirt sama atasan biasa lho kak. Rambut aku cuma di urai biasa. Aku juga cuma make up seadanya. Aku bahkan cuma pakai lipbalm.."
"Cantik itu nggak berarti kamu harus pakai baju yang macem-macem atau pakai make up yang neko-neko. Kamu yang saya kenal adalah kamu yang kayak gini ini - yang apa adanya tapi tetep cantik.." jelas Dev masih menatap Kiran. Tangannya menyentuh punggung tangan Kiran sebentar kemudian ia kembali menghadap ke arah kemudinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REUNI(TE) - [Completed]
Romanzi rosa / ChickLitBagi Kiran Kalandra, seorang Tantra Airlangga hanya masa lalu yang tidak boleh mengusik perasaan yang sudah mati-matian ia tata. Namun semua berubah saat undangan reuni SMA warna merah marun sampai di tangannya - membuat Kiran sekali lagi harus ber...
![REUNI(TE) - [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/136048247-64-k619189.jpg)