Kiran membolak-balikkan undangan warna merah maroon yang tengah ia genggam. Matanya menerawang jauh, seolah tengah membayangkan sesuatu yang penting. Sesekali helaan napas terdengar dari mulut Kiran. Dua hari lagi acara reuni SMA Kiran berlangsung. Bahkan Gia dan Athena sudah mulai mencekoki Kiran dengan informasi-informasi terbaru mengenai teman-teman angkatan mereka dengan dalih agar Kiran tidak ketinggalan informasi.
"Kan berabe kalau elo sampai nggak tau info apa-apa tentang temen seangkatan kita. Gue berani jamin elo nggak tau kan kalau Bobby si ketua kelas bakal nikah bulan Oktober!"
Pekik Gia bersemangat ketika Kiran menanyakan faedahnya berbagi informasi macam itu. Ya walaupun memang benar, dirinya bahkan tidak tahu bahwa Bobby - ketua kelas ketika dirinya duduk di kelas tiga SMA - akan segera melepas masa lajangnya. Jujur saja, Kiran memang kurang update dengan kabar teman-temannya semasa SMA. Hanya beberapa teman sekelasnya dulu yang terkadang masih saling kontak lewat sosial media. Lagipula dia kan punya Gia, si pembawa berita yang paling up to date!
Selain mulai membahas beberapa kabar dari teman-teman SMA nya dulu, Gia juga mulai menceramahi Kiran dan Athena untuk datang ke acara reunian dengan penampilan yang paling kece badai. Tentu saja ide tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Kiran dan Athena. Selera fashion Kiran, Gia, dan Athena memang memiliki kesamaan. Mereka lebih senang menggunakan pakaian casual. Yang penting nyaman dipakai dan nggak ribet itu cukup!
Hanya saja Gia memang tidak masalah jika harus memakai pakaian yang terkesan girly.
Gia bahkan dengan santai berujar akan membawa dua sahabatnya itu ke salon langganannya untuk di make up sebelum berangkat ke acara reunian mereka. Kiran hanya bergidik ngeri, sedangkan Athena langsung buru-buru keluar dari kamar Gia kala itu.
Jika mengingat waktu acara reuni yang tinggal dua hari lagi, berarti selama dua hari pula Kiran dan Dev tidak saling tegur sapa. Entah apa yang terjadi, namun semenjak kejadian Dev memergoki Kiran dan Tantra pergi bersama, keduanya justru memilih untuk saling menyendiri dan tidak bertemu.
Yang ada di pikiran Kiran malam itu adalah mereka butuh waktu sendiri agar dapat berpikir dengan jernih. Kiran hanya tidak mau mereka akan beradu pendapat dan bertengkar, atau bahkan yang lebih parah yakni saling menyalahkan dan berimbas buruk pada hubungan mereka.
Masa baru beberapa hari jadian terus amit-amit putus? Kan nggak lucu..
Sebenarnya Kiran sudah kangen maksimal dengan sang pacar. Ia bahkan menahan diri untuk tidak menghubungi Dev duluan, walaupun dengan mengorbankan segenap rasa rindunya. Lagipula, sisi Kiran yang lain mendesak Kiran untuk egois. Ia perempuan, sekali-kali butuh diperjuangkan!
Namun setelah ditunggu-tunggu, malah tidak ada satupun kabar dari kekasih tampannya yang luar biasa menyebalkan itu. Yah walaupun menyebalkan, tapi Kiran cinta setengah mati. Mau gimana dong?
Tok tok...
"Kiran, mamah masuk ya.."
"Iya mah.."
Pintu kamar Kiran terbuka, menampilkan sang ibu yang tersenyum manis padanya. Ayah dan ibu Kiran baru kemarin malam sampai di rumah setelah beberapa hari mengunjungi mbah kakung, mbah putri, dan budhenya yang ada di Semarang.
Kiran tengah duduk di depan meja kerjanya. Di tangannya masih tergenggam undangan reuni SMA-nya. Desvi - ibu Kiran - lantas masuk ke kamar Kiran dan mengambil posisi duduk di atas tempat tidur Kiran. Kiran melirik sekali lagi undangan reunian itu sebelum akhirnya membuka laci meja kerja dan menyimpan undangan itu di sana.
"Kenapa Ran?"
Kiran membalikkan tubuhnya menghadap sang ibu. Terdapat sedikit kerutan di keningnya - membuat sang ibu kembali bersuara.
KAMU SEDANG MEMBACA
REUNI(TE) - [Completed]
ChickLitBagi Kiran Kalandra, seorang Tantra Airlangga hanya masa lalu yang tidak boleh mengusik perasaan yang sudah mati-matian ia tata. Namun semua berubah saat undangan reuni SMA warna merah marun sampai di tangannya - membuat Kiran sekali lagi harus ber...
![REUNI(TE) - [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/136048247-64-k619189.jpg)