'Sedang apa anak itu disini ?'Asik berjalan-jalan mataku menangkap sosok perempuan yang sedikit familiar untukku. Ah ternyata dia adalah Yami, pantas terasa tidak asing. Saat melihatnya di dekat toko souvenir akupun berniat mendekatinya.
Jarak kami hanya 3 meter lagi dan tiba-tiba ada seorang laki-laki berdiri didekatnya. Aku tak mengenalinya karena laki-laki itu berdiri menyamping menggunakan jaket hodie dan masker di wajahnya. Dan wajahnya semakin tak terlihat ketika ia menyamakan posisinya dengan Yami yang membelakangiku. Aku pun mengurungkan niat untuk bertemu Yami yang kini sudah menjauh bersama laki-laki yang menyapanya tadi.
"Siapa laki-laki itu ? Apa dia teman Yami ? Ah sudahlah tidak baik mengurusi urusan orang..
Tapi aku kan berencana untuk mencari tau tentang anak itu..
Ah tidak tidak, tidak baik menguntit orang seperti itu..Tapi aku sangat penasaran..
Aaargh sudahlah lebih baik aku kembali ke lokasi shoot"Dengan tidak elitnya aku bulak balik bergerak melangkah maju lalu mundur mengurung langkahku berulang kali. Untung saja ini masih sangat pagi sehingga belum banyak orang disini. Setidaknya aku tidak menjadi pusat perhatian. Tapi aku benar-benar penasaran, apakah Yami memiliki teman disini ? Atau laki-laki tadi temannya yang berasal dari Indonesia juga ?
.
.
"CUT !! Kerja bagus, untuk hari ini kita cukupkan sampai disini" seru sang sutradara menyudahi kegiatan shooting hari ini.
Saat ini semua kru sibuk membereskan perlengkapan shooting begitu pun denganku.
"Hey Hinoto !" panggil seseorang dibelakang menepuk bahuku
Author POV
Saat ini semua kru sibuk membereskan perlengkapan shooting begitu pun dengan Hinoto. Tak lama kemudian seseorang berjaket hodie mendekat lalu menepuk bahu Hinoto yang masih terlihat sedikit sibuk itu.
"Hey Hinoto !"
"O-oh kau Mamoru mengagetkanku saja !"
"Berlebihan.. aku kesini untuk memberi tahu jadwalmu, 2 jam lagi ada pers untuk pembahasan anime baru yang sedang kau garap"
"Apaa ?! 2 jam ? kenapa kau memberitahuku mendadak"
"Salahkan kau yang tak pernah menjawab pesan dan mengangkat panggilanku. Aku ini sekarang asisten dan managermu, calon artis !"
"Hehe kau tau sendiri aku jarang memegang ponsel"
"Cepat bereskan pekerjaanmu ! ku tunggu di toko souvenir di bawah bianglala"
Kali ini identitas Mr.Top akan diperkenalkan kepada khalayak umum. Hari pertama yang akan menjadi memory hebat dalam hidup Hinoto. Ini adalah pertama kalinya ia disaksikan oleh banyak orang, ratusan !. Kini ia duduk di balik meja panjang yang biasa dipakai para publik figur untuk jumpa pers, ditemani oleh manajernya tak lupa. Saat pers dimulai Hinoto terlihat sangat menikmati interviewnya. Terlihat sangat santai untuk awalan padahal hatinya sangat dagdigdug kala itu. Satu demi satu pertanyaan Hinoto menjawabnya dengan mudah mengingat ia yang berkontribusi banyak dalam pembuatan anime, mulai dari gambar sampai alur ceritanya. Semua yang melihat termasuk para wartawan terlihat sangat terkesan dengan penuturan Hinoto. Inilah berlian yang tersembunyi dibalik nama samarannya. Sekarang semua orang akan tau Mr.Top yang sebenarnya dan bagaimana rupanya. Dan sepertinya Hinoto akan menjadi sorotan media akhir-akhir ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada agensi yang memintanya menjadi model atau aktor. Ayolah tampang Hinoto itu bisa dibilang ideal. Tubuh tinggi berisi dengan otot-otot ukuran pas di tubuhnya. Wajahnya juga tak kalah tampan dengan para aktor Hollywood. Dan kulit tannya itu terlihat manis.
"Hey Mr.Top sepertinya managermu ini akan sedikit sibuk kedepannya wkwk" Goda Mamoru yang mendapati ponsel'nya penuh dengan pesan dari para penerbit dan pemilik stasiun TV, pengisi dunia entertaint Jepang.
"Kalau begitu selamat Tuan Manager kau akan bekerja lebih keras, tak pernah terfikirkan kalau akan jadi seperti ini"
"Dunia ini juga ingin mengetahui Mr.Top sang pangeran anime bukan ? wajahnya, karakternya, apapun itu.. Seberapa lama kau bersembunyi dibalik nama itu pasti akan ada waktunya kau harus menampakkan diri..
Aah ! dan tolong mulai saat ini pantau terus ponselmu itu !!!"
"Ish galak sekali managerku ini"
"Hoho berani sekali kau colak colek emangnya aku ini laki-laki apaan hah ?
jangan kabur Hinoto !!
Ish anak ini !"
.
.
"Aku pul-" Suara Hinoto terhenti ketika melihat sesosok wanita bermata bulat berjilbab di ruang tamu. Hey itu Yami, untunglah Hinoto sempat melihatnya sebelum mengatakan 'aku pulang' kepada orang rumah. Bisa-bisa rencananya untuk "bersembunyi" dari Yami gagal.
"Oh Hinoto sedang apa kau disini.. ?"
"Yami mm i-itu a-ak-.."
Hinoto POV
"Aku pul- hey tunggu itu kan Yami, sedang apa dia disini ?
"Oh Hinoto sedang apa kau disini.. ?"
"Yami mm i-itu a-ak-.. apa yg harus kukatakan sekarang arrg dasar Hinoto bisa-bisanya kau terciduk sebelum beraksi
"Hinoto kau sudah datang nak ? ah Yami aku juga mengundang Hinoto untuk makan malam disini.. ayo masuk"
"Kalian nampak sangat akrab ya"
"Y-ya te-tentu kami kenal sudah sangat lama"
"Hinoto, Yami, ayo makanannya sudah siap"
Terimakasih untuk ibu yang sangat peka, bisa-bisa Yami akan tau kalau aku adalah anak dari pemilik rumah ini. Tapi kenapa Yami ada dirumahku ? Kapan ibu mengundang Yami untuk makan malam ? Ibu tak memberitahuku mengenai ini. Tau begini aku kan bisa makan diluar saja seperti biasa.
.
.
Sepertinya makanan rumah memang seleraku. Setelah melihat semua makanan yang tersaji air liurku ingin menetes ! Segera saja aku mengambil nasi beserta lauk pauknya tanpa ada perintah. Di sebrang sana Yami terlihat sedikit tersentak, mungkin karena melihat sikapku yang sedikit tak sopan. Ini semua respek, dan aku tak menyadarinya sama sekali. Siapa peduli, ini kan rumahku dan makanan ini tentu untukku juga kan. Tapi oke lain kali aku akan sedikit mengontrol tingkahku ketika dirumah. Ayolah ingat acara "bersembunyi" yang kau rencanakan Hinoto !
Oh iya setelah beberapa kali mencari tau tentang Yami. Ada beberapa memori yang berputar di otakku. Seorang anak perempuan. Terlihat sangat akrab dengan Hinoto kecil. Aku tidak yakin, tapi perasaanku mengatakan bahwa anak perempuan itu adalah Yami. Apakah dia teman masa kecilku yang selalu ku tunggu ? Aku harus mencari tau lagi.
..
TBC

YOU ARE READING
We Found Love in Osaka
RomanceJika kau tidak mampu untuk tidak membuat seorang perempuan menunggu lama, maka suruh dia bersama yang lain . . . Warn : Alur sulit dimengerti !