Hi pembaca cerita ini, jangan bingung ya kalo isi nya beda. Karena aku ingin merombak atau revisi cerita ini secara keseluruhan tapi bertahap.
Aku harap kalian yang udah pernah baca atau bahkan mau baca bisa mengerti yaa😊
-
"Pernikahan ini hanya t...
Hi semua, untuk cerita ini aku revisi yaa, jadi kalau ada bagian yg belum di revisi itu udh 6 tahun yg lalu😢
Berkenalan dengan Tisya yaa..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tisya Diajeng Abisatya 19 Tahun
💐💐
Terlihat seorang gadis yang sudah siap dengan penampilan nya hari ini, seragam sekolah yang melekat pada dirinya dengan sedikit kebesaran, kemudian kacamata tebal nya serta rambut yang selalu dia kuncir.
Walaupun dirinya banyak sekali mendapat caci maki dari orang orang dengan sebutan berbagai macam kasarnya, tetap saja dia memilih cuek dan tidak peduli terhadap mereka semua yang mengatai nya, sebab sikapnya yang pendiam dan tidak mau ambil pusing.
Bahkan beberapa dari mereka bilang bahwasanya dia ini adalah orang yang lemah, padahal jika Tisya pikir dirinya ini bukan orang yang lemah seperti apa yang mereka bilang, hanya saja dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya jika dia berani melawan orang orang diluaran sana.
Orang tua nya selalu mengajarkan kepadanya bahwa dia harus berperilaku baik kepada seseorang siapapun itu orang nya, sebab dia ini bukan lagi gadis yang berumur 10 tahun melainkan gadis berumur 19 tahun yang bahkan sebentar lagi akan menginjak angka 20
Tetapi orang orang tetap saja menganggapnya gadis belia yang masih menerima diolok olok oleh teman satu sekolahnya
Bahkan bukan hanya teman satu sekolahnya saja yang bersikap demikian, anggota keluarganya pun ada yang bersikap demikian kepada nya tetapi hal itu tidak bisa dia sanggah begitu saja bukan?
"Nak, bersiaplah" teriakan wanita paruh baya itu terdengar memasuki ruangan serba biru laut itu
Ibunya telah berdiri di depan pintu kamar nya yang terbuka lebar dengan menatap sang anak penuh kasih sayang
Tisya yang asik melamun dan hampir mendapatkan jeweran dari ibunya segera menolehkan kepalanya saat mendengar suara wanita itu
"Iya mah" senyum tak luput dari wajah cantiknya yang tertutupi kacamatanya itu
"Oh ya jika ada teman mu yang berlaku seenaknya jangan lupa beritahu mamah" ucap sang mamah mendekati anak bungsu nya itu dengan mengelus rambutnya yang dia kuncir sangat rapih
"Mah tidak ada kok yang berlaku seperti itu dengan ku lagipula aku tidak peduli dengan ucapan mereka" jawaban putrinya itu selalu saja membuat dirinya menatap sendu kearah anak perempuan terakhirnya ini
"Ayolah mah, Tisya tidak suka ya jika mamah menatap Tisya seperti itu" lanjut Tisya saat melihat mamahnya itu menatap nya dengan tatapan sendu
Tisya rasa ibunya ini terlalu berlebihan jika menyangkut urusan dirinya, bahkan ayah nya saja tidak merasa demikian sampai segininya