Sudah direvisi yaa..
💐💐
Sesampainya mereka dihalaman rumah nya, Tisya pun segera bergegas turun dari mobil pria tua yang menurutnya sangat menyebalkan
bagaimana mungkin pria itu bisa membuat dirinya malu dan salah tingkah berbarengan, jika diingat kejadian di mobil tadi—rasanya Tisya ingin membenturkan kepala nya saat itu juga
Tetapi ketika dirinya terburu buru untuk turun dan segera masuk kedalam rumahnya, ternyata pria itu mengikuti dirinya dari belakang
Mengapa pria tua menyebalkan itu mengikutinya?
"Ehh eh mas Naka ngapain ikut turun?" Tanya Tisya panik ketika dirinya diikuti pria mesum itu
Entah lah harus berapa banyak sebutan pria itu dari dirinya— sebab semua panggilan darinya untuk pria itu sungguh diluar kendali nya ketika melihat tingkah Naka yang cocok untuk dipanggil seperti yang Tisya pikirkan
"Saya calon suami kamu sudah sepatutnya saya mengembalikan kamu secara utuh didepan kedua orang tua mu"
Gadis ini benar benar membuat dirinya kesal, bagaimana bisa bisa nya dia bertanya untuk apa dirinya mengikuti gadis itu masuk kedalam rumahnya?
Dikira dirinya ini supir apa?
"Oh maaf, ya sudah kalau begitu— silahkan mas Naka bicara pada mamah dan papah untuk berpamitan karena sudah mengembalikan aku dengan utuh" gugup bukan main ketika dirinya salah mengira jika Naka hanya ingin berpamitan kepada kedua orang tua nya
Mendengar penuturan gadis ini, Naka hanya menatap nya malas disusul helaan napas
"Kamu ini"
Ternyata nyali Tisya tidak sebesar itu menghadapi pria ini, hanya tatapan dan helaan napas nya saja Tisya sudah otomatis memundurkan dirinya dan membiarkan Naka masuk dengan berwibawa
Melihat pria itu masuk, Tisya pun ikut menyusul nya dari belakang dengan berjalan sedikit cepat—langkah pria itu bahkan dua kali lebih lebar dibanding langkah kaki nya
"Sayang kalian sudah kembali?" suara sang mamah terdengar ditelinga nya ketika Tisya melihat pria itu telah menyalami mamah nya
Kenapa rasanya mamah suka sekali dengan pria itu?
"Sudah tante, saya ada jadwal pertemuan hari ini—jadi saya mohon maaf harus menyelesaikan nya lebih awal" bukan Tisya yang menjawab nya, tetapi Naka sudah menjawab nya dengan jujur tanpa harus ditambah dan dikurangi
"Ya ampun sayang tidak apa, tante jadi merasa tidak enak sama kamu"
"Kenapa harus tidak enak" Tisya bergumam sendirian, tetapi ternyata suara nya tidak hanya dirinya yang mendengar, sudah ada manusia lainnya yang mendengar
Semua itu juga tidak luput dari pemandangan Naka sedari tadi dan Naka pun juga sembari menjelajah rumah ini dengan teliti
tetapi rupanya pria itu tidak peduli dan Tisya dapat melihat nya kedua mata itu masih berusaha mencari cari sesuatu
Sedang apa pria itu?
"Mas Naka mencari sesuatu? Melihat lihat rumah ku ah?" Tanya Tisya bingung
Dan di balas cubitan pada lengan nya yang tak lain sang mamah dan mendapat teriakan dari yang dicubit
"Huss kamu ini" bahkan mamah nya pun membela pria itu
Lagi pula untuk apa coba pria ini masih dirumah nya dan bahkan dengan tidak sopan meneliti rumah nya dengan terang terangan
KAMU SEDANG MEMBACA
Bayang Mata
RomanceHi pembaca cerita ini, jangan bingung ya kalo isi nya beda. Karena aku ingin merombak atau revisi cerita ini secara keseluruhan tapi bertahap. Aku harap kalian yang udah pernah baca atau bahkan mau baca bisa mengerti yaa😊 - "Pernikahan ini hanya t...
