part 14 (Revisi)

7.5K 252 22
                                        

Maaf yaa semuanya, kemarin aku belum ada mood untuk tulis part ini. Ini aku update juga sedikit banget, dan semoga aku bisa update lagi malam ini kalau ada mood. Engga janji ya tapi...😄🙏🏻

💐💐

Tisya pulang sedikit lebih gelap daripada biasanya. Hari ini dia ada jadwal ekstrakurikuler disekolah yang mengharuskan dia pulang telat. Langkah kaki Tisya memasuki gerbang besar rumah. Suara engsel yang berdecit halus mengiringi langkahnya masuk. Seragam sekolah yang dipakainya sedikit kusut, rambutnya yang diikat seadanya pun beberapa helai terlepas dan jatuh disamping wajah nya.

Begitu sampai diruang tengah, dia menemukan Coco dan Mocha sudah duduk di sofa, seolah menyambut tuannya untuk pulang.

"Eh, kalian berdua nungguin aku pulang?" Tisya menaruh tas nya, mengelus mereka sebentar. Mocha mengeong pelan, Coco duduk dengan gagah seperti raja di singgasana.

Rumah terasa agak sepi. Mbok Darmi mungkin berada di kamarnya untuk istirahat sejenak, dan Naka... entahlah. Mungkin masih di kantor. Pria itu pulang juga sesuka hatinya kan. Tisya mengambil tas nya untuk ke kamar dan sekalian mandi. Selesainya Tisya mandi, dia memakai baju oversize dan celana kain longgar panjang. Rambut nya dia rapihkan untuk di kuncir kembali karena tadi sempat berantakan membuat wajahnya sedikit kumel.

Walaupun dirinya tidak secantik itu, tapi kalau merasa ingin cantik bolehkan?

Dia hampir saja membuka buku tugas nya dimeja, namun suara mesin mobil dari perkarangan rumah memasuki indra pendengarannya. Tisya berlari kecil keluar kamar dan segera beranjak turun untuk menemui pria itu.

Suara langkah sepatu terdengar masuk, lalu disusul aroma parfum Naka yang entah kenapa jika menciumnya sekarang, Tisya jadi menyukai aroma ini.

Naka muncul diambang ruang tengah, jas hitamnya masih rapih meski wajahnya sedikit lelah. Tangannya memegang map kerja, dan dasinya sedikit sudah longgar.

"Kamu sudah pulang daritadi?" Tanyanya singkat sambil meletakan map diatas meja.

"Iya" jawab Tisya kemudian mencoba mendekati Naka yang duduk di sofa menikmati air mineral yang telah disiapkan Mbok Darmi

"Mas Naka lebih baik bersih-bersih lebih dulu sebelum waktunya jam makan malam. Sebentar lagi"

Naka melihat jam perak ditangan nya "Hm. Saya ke kamar dulu" jawabnya singkat

Melihat suaminya bangkit berdiri lantas pergi meninggalkan dirinya, Tisya memutuskan untuk beranjak ke dapur membantu Mbok Darmi yang lagi menyiapkan makanan untuk dinikmatinya malam ini. Namun kala langkah Naka sampai di tangga, pria itu menoleh ke Tisya untuk sekedar mengingatkan istrinya perihal latihan layaknya menjadi suami istri sungguhan.

"Tisya—" gadis itu pun menoleh dengan raut bertanya. "Setelah makan kita latihan" kemudian pria itu kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Tisya termenung di tempatnya berdiri.

Ternyata pria itu masih mengingatnya, batinnya

💐💐

Makan malam itu berjalan seperti biasanya dimeja panjang, tapi entah kenapa rasanya lebih... penuh tekanan untuk Tisya seorang. Sesekali dia mencuri pandang kearah Naka yang duduk disamping kanan nya— tempat biasa Naka duduk, masih dengan gaya tenang dan tatapannya fokus pada makanannya. Pria itu hanya berbicara seperlunya, lebih banyak diam, tapi setiap kali tatapan mereka bertemu, Tisya merasa seperti sedang diingatkan akan "Latihan" yang harus dia lakukan bersama suaminya.

Selesai makan, Naka membawa piring nya ke dapur— sesuatu yang jarang sekali di lakukan oleh pria itu. Tisya pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti yang dilakukan pria itu, walaupun sebenarnya memang Tisya yang biasa membantu Mbok Darmi membersihkan sisa piring bekas dia makan dengan Naka.

Bayang MataCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang