Part 03 (Revisi)

8.7K 285 6
                                        

baru ada waktu untuk melanjutkan..

💐💐

Sinar matahari pagi yang cerah telah memasuki jendela besar mengintip dari balik tirai yang menutup nya dan tampak mengganggu sehingga membangunkan seorang pria yang tertidur dibalik selimut tebal

Rupanya hari ini pria itu harus bangun pagi pagi sekali dan melupakan pekerjaan nya sejenak sebab wanita tua yang tak lain merupakan sang mamah—telah menyuruh dirinya untuk memilih gaun pengantin dan cincin untuk pernikahannya

Walaupun terkesan mendadak sekali pernikahan yang akan dilaksanakan nya, maka dari itu mamah menyuruhnya melaksanakan semua ini dengan cepat

Padahal sungguh tidak ada niat dan minat yang Naka rasakan untuk memulai semua ini dengan gadis kecil sombong itu, jikalau dia bisa memilih ingin menikah dengan salah satu dari keluarga tersebut— sudah dipastikan Naka akan memilih Balinda yang menarik perhatiannya dari awal

Ketukan pintu yang diketuk seseorang menambah rasa kantuk dirinya berkurang drastis ditambah dengan teriakan maut dari arah luar kamar nya

"NAKA, BANGUN KAMU"

Mamah nya ini jika membangunkan dirinya tanpa teriak teriak tidak bisa apa?

"Iya mah, saya sudah bangun" jawab nya dengan kembali meneriaki sang mamah membalasnya yang terus menggedor pintu kamar nya

Akhirnya setelah tadi dia meneriaki untuk membalas nya— sudah tidak ada lagi suara yang mengganggu Naka

"Kenapa rasanya saya sangat berat menerima perjodohan seperti ini" monolog nya dan kemudian bangun untuk siap siap

Jika Naka tidak bersiap dengan cepat, sudah dipastikan sang mamah akan kembali dengan teriakan serta gedoran nya itu pada pintu kayu kamar Naka

"Naka, jangan kunci pintu kamu. Mamah mau masuk"

Belum juga Naka beranjak ke kamar mandi, sang mamah sudah kembali berteriak minta di bukakan pintu kamar dirinya untuk memperbolehkan sang mamah masuk

"Ada apa mah?" akhirnya mau tidak mau Naka harus membukakan pintu itu dengan sangat terpaksa

tanpa menjawab pertanyaan anak nya, wanita cantik paruh baya itu masuk dengan mengibaskan tangan menandakan bahwa sang anak harus segera mandi tanpa harus mengurus sang mamah yang ingin masuk

Yang awalnya Naka ingin bertanya kembali karena tidak ada jawaban dari orang yang ditanyai, tetapi dengan cepat wanita itu memotong nya

"Sudah Naka sana mandi, ga usah banyak bicara lagi"

Baiklah walaupun jengkel dengan sang mamah, tanpa membalas nya lagi— Naka segera bergegas untuk mandi

Namun ketika dirinya sedang asik mandi, ponsel nya itu terus saja berdering dengan keras

Awalnya Naka akan menyudahi mandi nya sementara dan segera keluar untuk mengangkat telepon masuk— namun sebelum itu, suara dering dari luar sudah tidak terdengar lagi dan digantikan suara sang mamah yang berbicara

"Iya halo" ucap nya saat telepon tersambung

"Maaf apa benar ini nomor-" belum selesai orang itu berbicara tiba tiba saja sudah ada suara lain dari sebrang telepon itu

"Ayolah Sya, itu benar nomor Naka kan?, cepat" suara perempuan lainnya menyahut

"Maaf jika suara tadi mengganggu, benarkah ini nomor mas Naka?" Tanya Tisya berusaha sopan dengan sang lawan bicara

Bayang MataCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang