Part 05 (Revisi)

7.8K 209 8
                                        

Revisi selanjutnyaa

💐💐

Melihat tingkah gadis yang dirinya bilang jelek, akhirnya Naka memutuskan untuk pergi meninggalkan sekolah itu.

Untuk apa dirinya berlama-lama melihat Tisya masuk kedalam sekolah bersama seseorang yang dia yakini adalah teman sekelasnya.

Jikalau bukan karena mamah nya yang menyuruh untuk mengantar gadis jelek itu— sudah dipastikan Naka tidak akan mau saat itu juga

Malas sekali membuang buang waktu nya hanya untuk mengantar gadis yang tidak akan pernah dia sukai. Lebih baik dirinya memilih untuk mengantar gadis cantik seperti Balinda pergi ke kampus nya.

Dirinya masih belum bisa atau bahkan tidak pernah bisa menerima Tisya sebagai tunangan nya atau calon istri nya, sebab dirinya tidak suka melihat gadis itu dengan penampilan nya yang—entahlah.

Jika harus dibandingkan lagi dengan kakak perempuan dari gadis itu, bisa dilihat penampilan keduanya sangat jauh berbeda.

Yang tertarik dari gadis kecil itu hanya bibir nya saja yang mungil dan menggoda—entah lah dia baru menyadari nya saat kemarin tidak sengaja dia berhenti dan mulai menjahili gadis itu.

Lupakan masalah gadis jelek itu, dirinya bisa sakit kepala jika harus mengingatnya. Dia bersikap sedikit baik kepada nya—itupun juga amanat sang mamah yang menyuruhnya demikian.

Tetapi jika kalian melihat sikap dan tindakan dirinya terhadap gadis bernama Tisya itu kurang mengenakan— memang betul. Dia tidak berniat terlalu baik kepada gadis yang tidak ada di daftar target perempuan yang memikat hati nya.

Untuk apa berbasa basi bersikap baik kepada gadis yang tidak kita sukai bukan? Selain tidak guna, tidak baik jika membuat gadis menaruh harapan pada kita

"Bagaimana pernikahan ini agar tidak terjadi?" gumam nya

Pikiran seperti ini selalu ada dalam benaknya— apakah bisa pernikahan seperti ini berjalan dengan mulus tanpa perceraian di hari berikutnya?

"Kepala saya rasanya selalu ingin pecah jika memikirkan ini terus menerus"

Lalu dia melajukan mobil nya dengan cepat ke arah kantor nya— daripada harus memikirkan hal yang membuatnya resah.

💐💐

Ketika Tisya ingin berlari kedalam sekolah nya setelah meneriaki Naka, tak lama ada seorang pria menghampiri nya dengan tersenyum manis membuat Tisya kebingungan harus menyapa atau berlari saja

Tapi kalau dirinya berlari apa sopan? pikirnya

"Hi Tica" ternyata pria itu menyapa nya terlebih dahulu

Bagaimana ini? Tisya pikir pria itu akan berlalu begitu saja tanpa harus menyapa dirinya yang hanya seonggok debu tak terlihat. Namun juga panggilan dari pria itu selalu membuat Tisya tersenyum malu ketika mendengarnya.

Panggilan nya manis sekali

"I-iya"

Mengapa suaranya jadi tertahan begitu sampai tergagap?

Memang ya jika dihadapkan dengan pria manis seperti Banyu, entah mengapa Tisya selalu menjadi gadis yang pemalu

Lelaki itu adalah Banyu, siswa sekaligus ketua kelas berprestasi yang menjadi teman satu kelas nya. Lelaki baik setelah papah dan kakak nya Balindra, dia menganggap Tisya manusia pada umumnya dibanding dengan beberapa teman sekelasnya yang menganggap Tisya hanya seonggok debu tak terlihat dan mengolok-olok Tisya terus menerus sampai sekarang.

Bayang MataCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang