Part 06 (Revisi)

6.9K 195 6
                                        

Satu part setiap hari yaa untuk revisi nya..😊🫰🏻


💐💐

Seusai dirinya bersekolah hari ini, Tisya telah berada di dalam rumah nya duduk bersantai di balkon kamar sembari membawa buku catatan yang biasa ia bawa untuk menulis sesuatu.

Buku ini yang selalu menemani hari hari nya ketika dia ingin mencurahkan isi hatinya, ingin menuliskan semua cita-cita dan keinginan nya yang akan dicapai begitu dirinya merasa mampu.

Entahlah— rasanya jika dia telah menuliskan semua apa yang dia rasa atau pikirkan, semua beban dalam dirinya sedikit berkurang. Apalagi Tisya tidak terlalu banyak teman cerita.

Jika dia bercerita pada teman nya mengenai masalah yang cukup penting— seperti pernikahannya dan Naka nantinya, pastinya itu akan menjadi boomerang kedepannya bagi mereka berdua.

"Tisya" Suara teriakan dari arah luar kamar terdengar sampai ke pendengaran nya

Mengapa selalu saja mengganggu sih?

"Ada apa Linda?" Tanya Tisya yang sedikit malas menanggapi kakak nya ini

Sungguh jika kalian berpikir dirinya malas atau tidak sayang dengan kakak nya— kalian salah besar. Hanya saja jika mengingat sifat kakanya yang begitu egois dan keterlaluan membuat dirinya sedikit tertekan. Tisya sayang dengan Balinda tapi tidak dengan sifat nya yang itu.

"Sya kau tahu Tidak? Pernikahan kau dengan Naka—" wanita itu sengaja memutus pembicaraan agar sang adik sedikit penasaran

"Kenapa? Batal? Bagus deh" balasan Tisya membuat Balinda kesal dan refleks memukul pelan lengan sang adik

"Tisya.. Ayolah jangan seperti itu. Dengar, kau ini akan menikah dengan Naka dalam waktu dekat. Sepertinya sengaja"

Pernyataan Balinda ini memang sengaja dirinya buat terkesan menyebalkan, sebab dia ingin melihat sang adik sedikit panik dan kelabakan. Biarkan saja Tisya berlari ke kamar mamah dan papah hanya untuk bertanya mengenai ini.

Dan betul saja, Balinda melihat sang adik yang terkejut dan sedikit panik kemudian berlari keluar kamar dengan terburu-buru tanpa disadari buku yang berada pada tangan nya terhempas ke lantai dan hampir mengenai dirinya.

Dengan berpura-pura ikutan panik, Balinda pun mengejar sang adik mengikuti nya.

"Tisya aku ikut"

💐💐

Mendengar penuturan dari Balinda tadi, Tisya merasa ini semua terkesan buru-buru. Dirinya pikir pernikahan ini akan dilakukan ketika dia lulus atau bahkan ketika dirinya beranjak dewasa nanti?

"Mah pah" panggil Tisya saat melihat orang tuanya duduk diruang keluarga dengan santainya

Balinda yang mengikutinya dari belakang, menatap kedua orang tua nya yang ternyata telah bersantai di ruang keluarga nya sembari bermesraan.

Kedua orang tuanya itu pun menengok ketika suara anak bungsu kesayangan nya menggelegar memenuhi ruangan tersebut.

"Kenapa sayang?" Tanya Daren kepada anaknya

"Pah mah, apa Tisya akan dinikahkan secepatnya?" Tanya Tisya kemudian mengambil alih tempat duduk tepat di samping mamahnya

Ternyata setelah melihat reaksi kedua orang tua nya, begitu Tisya bertanya demikian— Tisya rasa memang semua yang dikabarkan Balinda betul adanya.

"Loh kamu sudah tahu?" Tanya Mamah nya

"Jadi itu beneran? emm Tisya masih sekolah mah" Sedikit lesu ketika Tisya menjawab pertanyaan sang mamah 

Bayang MataCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang