revisi nya ini agak telat telat ya
_
_
_
_
_
Happy reading😘😘☺️
Beruntung nya saat ini Tisya telah tiba di rumahnya dan duduk dengan tenang disofa panjang tempat biasa yang dia gunakan untuk bersantai
namun belum juga tenang nya bertahan lama, sudah ada si kembar yang datang menghampirinya hanya untuk mengganggu waktu tenang gadis itu
Kedua anak kembar ini memang selalu kompak jika sudah menyangkut Tisya agar gadis itu cemberut atau sekedar teriak kepada mereka
"Ekhm sepertinya bakal ada yang ingin menikah nih, benarkan kak" ucap Balinda meminta pendapat sang kembaran, padahal niat hati hanya memang ingin menggoda adiknya
"Tentu saja Linda, lihatlah betapa cantiknya calon pengantin ini, padahal dia belum menggunakan gaun pengantin" balas Balindra dengan merangkul pundak kembarannya itu
lengkap sudah memang rasa kesal Tisya malam ini, belum selesai pikirannya dengan perkara lelaki tua satu itu dan sekarang sudah ditambah tingkah laku kedua kakak nya ini
"Diamlah, aku sedang tidak ingin bercanda" ujar Tisya dengan menunjukkan raut wajah tidak suka nya kepada mereka
Bagaimana tidak kesal? Calon nya saja mengatakan bahwa dirinya ini jelek, belum lagi pria itu mengatakan bahwa dia menyukai kakak perempuannya
bukan dirinya merasa sang kakak adalah saingan, tetapi bukan kah manusia yang lebih dewasa bisa berpikir dengan matang— bagaimana cara kita menyampaikan kata kata dengan baik?
Seharusnya juga dia bilang bahwa yang dia inginkan untuk perjodohan ini bukanlah dirinya melainkan Balinda sang Cinderella sesungguhnya
"lihatlah Kak adik kecil kita merajuk" ucap Balinda seraya menunjuk wajah sang adik dengan mengitari wajah nya menggunakan telapak tangan
Dan tentu saja tanpa ragu tangan tersebut telah dihempas Tisya begitu saja, bukannya hal seperti ini tidak sopan hanya saja dirinya sudah merasa kesal dengan perilaku kedua kakaknya
Memang Balinda jika sudah bercanda seperti ini sedikit kelewatan, tetapi itulah dirinya
Bahkan kakak tertua pun sempat tidak menyukai sikap sang kembaran yang suka bercanda menggunakan sisir untuk memukulnya waktu itu
memang waktu itu mereka sempat bercanda tetapi Balindra hanya bercanda biasa saja, namun adiknya itu terlalu berlebihan sehingga berakhir memukulnya menggunakan sisir yang akhirnya membuat Balinda selalu ketawa jika melihatnya menangis saat kecil
Sungguh lucu
"kamu kelewatan kak" tanpa sadar Tisya membentak nya sehingga berlari pergi ke dalam kamar tanpa memperdulikan teriakkan kedua kakaknya
"Selalu saja kau Linda" ujar Balindra sembari menghempaskan badan nya ke sofa yang tadi diduduki Tisya
"Aku? tidak tidak tidak, bagaimana aku" selalu saja jika sudah begitu pasti dia akan mengelak tindakan itu, dan saat ini dia telah duduk disebelah Balindra
"Tahu lah, kau ini memang biang kerok, malas aku bekerja sama dengan kau" ujarnya lalu berdiri meninggalkan Balinda sendirian dengan wajah biasanya
Kepergian kembaran nya itu hanya dibalas kedikan bahu dari nya yang kemudian dirinya ikut bangkit dan pergi
Sedangkan dari tadi mereka bercanda tanpa melihat bahwa orang tua mereka sudah tidak ada diruangan itu
💐💐
KAMU SEDANG MEMBACA
Bayang Mata
RomansaHi pembaca cerita ini, jangan bingung ya kalo isi nya beda. Karena aku ingin merombak atau revisi cerita ini secara keseluruhan tapi bertahap. Aku harap kalian yang udah pernah baca atau bahkan mau baca bisa mengerti yaa😊 - "Pernikahan ini hanya t...
