O

1.4K 179 6
                                        

Lisa tersenyum simpul, melihat lurus ke depan dan sesekali ikut mencipratkan air ke arah yang lainnya.

"Udah dong!!" Jennie berteriak kesal, semakin bersemangat menyerang Yuta dan Taeyong yang bersekongkol mengalahkannya.

"Sini Lis!!" Panggil Taeyong pada Lisa sambil memberi isyatar tangan.

Jennie mendengus kesal. "Nggak adil ih! masa 2 lawan satu?"

Yuta mengangkat tangannya tanda menyerah, Ia berjalan menghampiri Lisa yang duduk di pinggir kolam.

"YAAAA TAEYONGGG!!!" Jennie kembali berteriak kencang karna Taeyong berusaha menarik kakinya dari bawah.

Lisa dan Yuta hanya bisa terkekeh.

"Dia lagi mata matain lo dari atas."

Lisa menoleh alisnya terangkat. Tersadar, gadis itu langsung mendongak ke arah balkon kamarnya, disana ada Hanbin sambil fokus menatapnya.

"Kenapa nggk di usir?"

"Dari hati gue atau dari rumah?"

Yuta berdecak kesal, jadi malas bertanya. Ia memandang kedepan, sambil tersenyum simpul.

"Gue kira, persahabatan kita bakalan berakhir nggak tersisa." Lisa menghela nafas pelan.

"Untuk sekarang iya, gue berharap selamanya kayak gini, nggak ada pake perasaan." Tambah Yuta dengan enteng.

Walau realitanya dia sendiri yang memakai perasaan pada hubungan persahabatan mereka. Bukan hanya satu, melainkan pada kedua sahabat gadisnya itu.

Kalo aja gue masih suka Jennie sampe sekarang, apa lo bakalan bahagia sama Taeyong?

Tiba tiba pertanyaan itu timbul dibenak Yuta.

Seandainya dia terus memberi lampu hijau pada Jennie apa detik ini Taeyong pun bahagia dengan Lisa?

"Kalo gak berenang jangan pake baju renang seksi." Sebuah suara menghentikan kegiatan mereka berempat.

Hanbin datang membawa jubah mandi dan langsung menyampirkannya di pundak Lisa.

Melihat itu, Yuta, Lisa dan Jennie terpaku. Tapi tidak dengan Taeyong.

Cowok itu malah tertawa keras. Lalu bertingkah seakan sangat lucu sampai air matanya keluar.

"Gue baru tau ada cowok yang nggak bisa ngedeketin cewek yang dia suka tapi bisa ngancem cowok lain yang suka sama ceweknya."

Ekspresi Taeyong menajam diakhir kalimatnya, ia juga menegaskan kata 'ceweknya'

Hanbin menyeringai, "Dan pura pura pacaran itu tindakan terbodoh yang pernah gue liat."

Taeyong diam, merasa ditembak telak.

"Gue udah pesenin Pizza, makan yang banyak ya Lisa, jangan sampe sakit kayak gue."

Hanbin kembali menatap Taeyong sambil memiringkan kepalanya.

"Mungkin perjuangannya harus total kan yong untuk dapetin cewek? tapi gagal sebelum berjuang gimana?"

Hanbin mengangkat tangannya, "Bye."

"AH SIALLL"

K A K A K

Yuta menyipitkan matanya. Ia mendengus kesal dan menggeleng kan kepalanya sambil bergidig ngeri.

"Gue mah ogah nyari masalah sama Hanbin."

Taeyong meminum soda kaleng dalam beberapa teguk. "Hei, gue tuh mau bantuin Lisa bukan mau nyari masalah."

"Percuma kalo Lisanya gamau." Yuta bangkit, mengambil ponselnya dan tersenyum penuh arti.

Yuta menggoyangkan ponselnya, "Tapi kita gatau gimana hasilnya sebelum nyoba."

"Gue yakin lo punya rencana."

"Of cours, kapan sih gue nggak punya rencana?" Yuta menekan icon hijau lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya, hanya butuh beberapa detik sampai suara manis terdengar dari sana.

"siap siap ya, 10 menit lagi gue jemput. Kita karaoke." Yuta melirik taeyong sebentar, "Lisa? dia pasti ikut."

"Bye Jennie," ucap Yuta ringan lalu sambungan itu terputus.

"Ada saatnya juga otak lo jalan, tapi rencananya apa?"

Yuta menjentikan jarinya, "Hanbin harus ngungkapin perasaannya."

Taeyong mengangguk kalem, merogoh kantongnya mengambil kunci mobil.

"Abis ini Lisa pasti nyesel nolak gue."

Yuta menoyor kepala Taeyong. "gak usah mimpi."

[K A K A K  T I R I ]

Akutuh ngerasa temen itu menjadi bagian terpenting pas masa pdkt......

JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT OKAY

[5] Kakak Tiri [Hanlis]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang