Author's Point of View
Julian mengusap pelan rambut Veronna yang saat ini sudah kembali tertidur pulas di sampingnya. Wanita itu selalu saja bertingkah manis membuat dirinya tak kuasa menahan rasa cinta terhadapnya.
Veronna tiba-tiba tertidur ketika sedang memijat punggung lebar milik tunangannya itu. Julian yakin, Veronna pasti sangat kelelahan. Bahkan wanita itu tertidur dengan posisi kepala yang bersandar di punggungnya. Ia bersyukur, Veronna sudah tidak akan bekerja lagi dan hanya akan beristirahat di rumah mulai sekarang.
Kini, Julian kembali merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa sakit sebelum akhirnya memutuskan untuk membaringkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur. Hari ini merupakan hari yang panjang dan melelahkan untuknya.
flashback on
Julian sampai di sebuah pekarangan rumah yang sebenarnya adalah kantor milik atasannya. Pria itu segera melangkah cepat masuk ke dalam karena seorang wanita pasti sudah menunggunya di dalam.
Jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi. Hari sebelumnya, seorang wanita paruh baya yang merupakan manager bossnya tersebut sudah memperingatkannya untuk datang tepat waktu karena hari ini boss Julian akan melakukan pemotretan di beberapa spot yang cukup jauh dari tempat mereka.
Julian bekerja mengemudikan mobil mewah sang boss dan mengantar wanita tersebut kemana pun sesuai kebutuhannya. Dan selain sebagai supir, Julian juga bisa merangkap sebagai pria yang terus mengikuti bossnya itu kemanapun seperti seorang body guard. Pada intinya, Julian bekerja menjadi orang suruhan yang harus bisa melakukan apapun yang bossnya perintahkan.
Selama 10 jam Julian mengikuti bossnya tersebut mengunjungi beberapa lokasi pemotretan. Bossnya itu memang model yang super sibuk dengan karir yang begitu cemerlang. Ia dikontrak sebagai model brand pakaian yang cukup terkenal.
"Baiklah, pemotretan selesai. Terima kasih, Bridgette! Kerjamu bagus! Sampai bertemu minggu depan!" Teriak team fotografer membuat Julian segera bangkit berdiri dari duduknya ketika melihat sang boss melangkah keluar dari studio.
Julian menghampiri Bridgette dan memberikan sebuah kantong besar berisi pakaian yang akan dikenakan bossnya tersebut untuk pulang dari lokasi pemotretan.
"Kita kembali ke kantor?" Tanya Julian yang disambut dengan gelengan kepala dari Bridgette, bossnya tersebut.
"Temani aku sebentar ke restoran Italia yang berada di dekat sini."
Julian mengangguk sebelum akhirnya Bridgette melangkah menjauhinya dan masuk ke dalam ruang ganti.
Seperti yang sudah Bridgette perintahkan, Julian mengikuti komando wanita tersebut untuk mengantarnya ke sebuah restoran. Menurut sependengarannya saat Bridgette berbicara dengan managernya, wanita cantik itu akan menemui Christian, kekasihnya.
Kini Julian hanya menunggu di mobil sampai bossnya kembali setelah menemui kekasihnya tersebut. 1 jam telah berlalu..
Hingga akhirnya, tepat dua jam kemudian, Julian melihat Bridgette kembali ke tempat Julian memarkirkan mobil mewah milik wanita tersebut. Ju mengernyit memandangi bossnya tersebut yang kini melangkah sambil menundukkan kepalanya.
Baru saja ingin membukakan pintu belakang mobil dan mempersilahkan wanita itu masuk, kini Julian malah terkesiap ketika Bridgette menendang ban mobilnya yang jelas-jelas keras.
Mata Julian membelalak hebat. Ingin rasanya Ia menggigit kepalan tangannya membayangkan betapa sakit kaki bossnya setelah menendang ban itu. Bodoh, apa yang Ia lakukan?
"Ya Tuhan." Pekik Julian ketika menatap ibu jari kaki sang boss mengeluarkan darah.
"Ada apa, Nona?" Tanya Ju sebelum akhirnya Bridgette merintihkan air matanya dan berteriak seperti anak kecil.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Mysterious Customer
Romance9 April 2018 - on going Halo, namaku Veronna Seanee Carl. Aku berusia 21 tahun dan bekerja di sebuah cafe di pinggir kota Dallas. Judul kisahku adalah My Mysterious Customer, tapi jangan kalian pikir bahwa aku memiliki sebuah cafe. Aku hanyalah seor...