First Kick

3.5K 197 8
                                    

Author's Point of View

Veronna mengerjapkan kedua matanya beberapa kali sebelum akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia menyipitkan matanya mencoba melihat jam dinding yang menempel di dinding ruangan kamarnya yang cukup remang.

Sepertinya masih pukul 4 subuh, dan entah mengapa Ia bisa terbangun secara tak sengaja di saat seperti ini.

Veronna mendudukkan dirinya dan tepat saat itu, Ia merasakan sesuatu bergerak dari dalam perutnya. Wanita itu segera mengatupkan kedua giginya karena sepertinya bayi di dalam kandungannya tengah menendang-nendang menimbulkan rasa geli bercampur sedikit ngilu.

"Hhhssshhh..." Ringis Ronna memegangi perutnya.

Ia baru menyadari, mungkin subuh ini Ia tak sengaja terbangun karena bayi didalam perutnya menendang untuk yang pertama kalinya. Di satu sisi Ia merasa bahagia merasakan tendangan pertama sang janin, namun di sisi lain Ia bingung mengapa bayinya aktif saat masih tengah malam seperti itu.

Veronna kini menyingkap piyama yang dikenakannya dan kini dapat merasakan permukaan perutnya bergerak bergelombang seperti ombak. Ia hanya mampu tersenyum sambil sesekali meringis menikmati rasa geli bercampur sakit itu.

Kini Ia menolehkan pandangannya kepada sosok pria yang masih tertidur pulas di sampingnya. Sebelum akhirnya wanita itu meletakkan permukaan tangannya di atas dahi sang pria.

Veronna tersenyum sambil mengelus wajah Julian lembut. "Bayimu menendangku barusan." Bisik Ronna kepada kekasihnya yang jelas-jelas tengah tertidur.

Selama setengah jam semenjak Ronna terbangun, Ia tak dapat kembali tertidur pulas. Hingga kini Ia hanya bisa mengelus perutnya sambil mencoba mengumpulkan rasa kantuk yang tak kunjung kembali.

Banyak macam posisi yang sudah Ronna ubah karena Ia benar-benar tak tahu lagi harus melakukan apa tengah malam itu.

Dan akhirnya tanpa Ia sadari, sudah 3 detik Julian membuka matanya dan mengamati wanitanya yang tengah melamun sambil duduk bersandar di kepala ranjang.

"Ronna.." Panggil pria itu serak.

Otomatis Veronna segera menolehkan kepalanya dan menarik senyum lebar ketika mendapati Julian sudah terbangun, membuat pria itu mengerutkan alisnya, bingung melihat Veronna tampak begitu senang.

"Ah, akhirnya kau bangun." Ujar Veronna dengan senyum simpul di wajahnya membuat Julian mengusap wajahnya dan segera mendudukkan dirinya.

"Ada apa? Kau ingin aku bangun tengah malam?"

Julian bertanya sebelum akhirnya ikut mengulas senyum karena entah mengapa Veronna tak henti tersenyum padanya.

"Tidak, aku tidak bermaksud membangunkanmu. Aku terbangun sejak setengah jam yang lalu dan tak bisa kembali tidur. Apa aku mengganggu tidurmu?"

Julian menggeleng sebelum akhirnya meletakkan tangannya diatas pucuk kepala Ronna.

"Aku hanya senang kau terbangun, karena aku gelisah terbangun sendirian." Bisik Ronna sebelum Julian akhirnya menarik kepala wanita tersebut ke pelukannya.

"Kenapa kau tak bisa tidur, Nona? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Julian sambil mengelus kepala Veronna.

Veronna menggeleng pelan. "Aku tak tahu. Aku tak memikirkan apapun."

Julian terdiam mendengar jawaban Veronna. Ia kini hanya terus mengelus rambut Veronna berharap wanita itu segera jatuh terlelap.

Namun 10 menit berlalu, mereka masih bangun tapi tak ada perbincangan sama sekali. Hingga akhirnya tiba-tiba Ronna mengeluarkan suara ringisan.

My Mysterious CustomerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang