Veronna's Point of View
Aku menelan ludahku ketika melihat langit Dallas sore ini terlihat mendung dengan gemuruh yang tak henti bersahutan. Ketika semua pekerjaanku selesai, aku segera memakai tudung hoodieku untuk menutupi kepalaku karena sepertinya sebentar lagi akan turun hujan dan aku tidak membawa payung.
Sambil berusaha melangkah secepat yang kubisa, aku terus menerus berdoa di dalam hati agar hujan tidak turun sebelum aku sampai di rumah. Tapi sial, aku mengumpat ketika merasakan setetes air mendarat di keningku, disusul dengan tetesan-tetesan lainnya yang mulai membasahi jalan.
Aku berlari kecil sambil mengangkat tasku untuk menutupi kepala. Aku bersyukur membeli tas yang terbuat dari entahlah kulit apa, tapi dapat kupastikan tasku ini kedap air.
Tapi memang sial nasibku hari ini, hujan bergerak lebih cepat dari langkah kakiku, seketika tubuh dan pakianku telah basah. Aku segera berhenti berlari ketika tinggal beberapa meter dari rumahku dan karena perutku bisa sakit jika aku terus berlarian. Namun, bukan hanya menghentikan langkahku, kini aku mematung ketika melihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian kerjanya yang rapi dan mewah berdiri di depan rumahku menggunakan sebuah payung.
Dengan langkah ragu, aku menelan ludah sambil mendekati wanita yang kuyakin adalah Katherine, ibu Julian..
Ternyata sudah tiba waktunya Ia datang untuk menghancurkan kembali hidupku.
Aku terdiam menatap kedua matanya yang setajam mata elang. Hanya dengan menatap kedua matanya tanpa mendengarnya berbicara saja rasanya bisa membunuhku perlahan, maka dari itu aku memutuskan untuk menundukkan kepalaku.
"Inikah wanita yang telah anakku nikahi?"
Aku terkesiap mendengar ucapannya, namun aku tetap menundukkan kepalaku.
"Sebelum kau berbicara dan memekikkan kedua telingaku dengan suaramu, aku akan menjelaskan hal yang pasti membuatmu penasaran saat ini. Ya, aku memang sudah tahu kau telah menikah dengan anakku dari Telana. Asal kau tahu, aku seharusnya menjodohkan Julian dengan Telana jika saja anakku itu tidak keras kepala dan terus mengejar wanita tak bernilai sepertimu."
Ya benar. Pasti Telana juga yang telah memberitahu pada Katherine bahwa aku tinggal disini. Katherine tak tahu, padahal sebenarnya aku dan Julian belum menikah.
Ingin rasanya menjatuhkan air mataku, tapi ibuku pasti akan sedih jika Ia tahu ini sedang terjadi. Selama ini aku paling lemah karena ucapan tajam Katherine, tapi Ibuku tak pernah ingin aku lemah karena ucapan yang tak benar itu.
"Aku tak mengerti, apa yang kau lakukan sampai Julian bisa tergila-gila padamu. Kau tahu, aku rela hujan-hujanan seperti ini demi memperingatkanmu betapa tak pantasnya kau menjadi menantuku."
Aku masih terus menunduk mendengar celotehan menyakitkannya. Ia berbicara dengan nada menekan dan suara yang mampu menghujam dadaku.
"Kau tahu? Aku akan sangat malu jika semua kenalanku tahu anakku menikah dengan perempuan sepertimu. Ibumu miskin, dan kau hanya sekedar pegawai di cafe kecil di pinggir kota.." Katherine tertawa meremehkan dan menghembuskan nafasnya pelan sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Ya Tuhan, Julian.. Aku tak mengerti mengapa Ia tega melakukan ini padaku. Veronna dengarlah, aku rasanya ingin sekali menangis.. Hidupku seolah dikutuk karena anakku menginginkan perempuan sepertimu. Jika saja kau tak pernah mengganggu Julian, seharusnya Ia saat ini takkan menjadi suami seorang gembel sepertimu ini."

KAMU SEDANG MEMBACA
My Mysterious Customer
Romance9 April 2018 - on going Halo, namaku Veronna Seanee Carl. Aku berusia 21 tahun dan bekerja di sebuah cafe di pinggir kota Dallas. Judul kisahku adalah My Mysterious Customer, tapi jangan kalian pikir bahwa aku memiliki sebuah cafe. Aku hanyalah seor...