16. Start From Now

7.4K 679 19
                                    

Karena viewers mencapai 1k jadi aku UP sekarang aja deh ya...buat kalian readers sejati, voters sejati yang setia menanti Cerita Frannie ini juga buat para silent readers ataupun yang nyasar ke lapak ini, kuucapkan banyak terima kasih 😙😙😙😙😙😙 see you next week or at least 4 days again

💋💋💋

🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉

Usai keributan dini hari gara-gara aku tembus, niatku cuma leyeh-leyeh sambil menunggu Rashad pulang dari masjid eh yang ada aku ketiduran betulan.

Bangun-bangun sudah pukul 06.00. Aku langsung loncat dan beresin tempat tidur. Menyisir rambutku lalu ke kamar mandi. Awalnya sih maunya cuma cuci muka dan gosok gigi saja tapi kupikir sudahlah sekalian mandi.

Setelah mandi barulah aku menyadari kalau kondisi rumah sepi.

"Kemana si Aa?" Kucari di kamar depan kosong, dapur nihil. "Mungkin di depan."

Aku pun segera masuk kamar untuk ganti baju dan merapikan diri.

Ya Allah, istri macam apa aku ini?

Setelah rapi, aku pun ke teras depan. Masih nggak ada juga.

"Masa jogging? Jam segini biasanya sudah pulang. Eh tunggu,motor nggak ada ... ke mana dia?" gumamku lalu masuk ke dalam lagi.

Aku pun ke dapur untuk membuat teh dan masak nasi. Dan saat menunggu air masak aku pun mau mengambil penanak, ternyata ... nasinya sudah masak. Kubuka tutup magic com mini yang imut itu.

"Pasti Aa." Aku terharu. How nice and lovely he is.

Lalu air pun masak. Kutuang dalam dua gelas. Saat teh siap terdengar suara motor berhenti depan rumah lalu pagar dibuka. Aku pun bergegas ke depan. Suamiku pulang.

"Assalamu'alaikum," ucapnya sambil memasukkan motor.

"Wa'alaikumussalam. Aa darimana?"

Rashad turun dari motor, mematikannya dan menuju pagar untuk menutup pintu. "Habis beli bubur ayam. Kamu belum masak sesuatu, kan? Tapi tadi aku udah masak nasi sih."

"Maaf ya aku bangun kesiangan," ucapku nggak enak.

Rashad tersenyum sambil mengambil bungkusan bubur ayam dari motornya. "Nggak apa-apa. Aku sengaja nggak bangunin takutnya perut kamu ternyata nyeri. Yang kudengar gitu."

Kami pun masuk bersama.

"Aku buat teh. Nggak tahu Aa suka minum teh atau kopi kalau pagi."

"Yang mana juga boleh. Aku bukan fanatik kopi pagi kok."

Aku mengangguk bersyukur.

Karena belum ada meja makan, Rashad meletakkan bungkusan bubur ayam di ruang tengah di atas karpet.

"Aku ambil tehnya dulu." Rashad mengangguk. Dan nggak lama aku pun kembali dengan dua gelas di atas nampan karena masih panas.

Rashad mengambil alih dan diletakkan di bawah lalu aku menyusul duduk.

"Tadi nggak jogging?" tanyaku sambil membuka semua wadah bubur ayam. Kemudian kutuang kerupuk plus melinjo jatahku ke atas buburku dan kuaduk jadi satu.

"Jogging. Pulang jogging tiba-tiba kepikiran bubur ayam. Kulihat kamu masih nyenyak, ya udah aku pergi. Maaf ya nyariin jadinya."

Aku menggeleng.

CINTA & PENGABDIAN "Cerita Frannie"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang