12

3K 421 8
                                        

      "Jangan perkenalkan jika aku adikmu, oppa. Jika kau katakan, aku akan memberitahu nenek dan ayah, kau membeli tempat tinggal MEWAH untuk WANITA ITU. Kau tau bagaimana reaksi nenek saat mengetahui perbuatanmu. Kau akan tamat." Rose mengamit lengan Hyungsik sambil berbisik memberikan penekanan pada setiap kata.

      "Kau tahu tentang itu. Wow." Hyungsik menoleh ke sisi kiri tubuhnya atas keberadaan Rose.

      "Tentu saja, aku salah satu dari populasi wanita cerdas."

       Chanyeol menggeleng menyaksikan perdebatan dua orang yang ada di dekatnya, dari pada pusing. Ia mengambil langkah yang tidak terduga. Menjauh sedikit agar tubuh Rose. Agar adiknya itu bisa terlihat jelas oleh semuanya. "Teman-teman...aku ingin kalian mengenal adikku. Park Chaeyoung atau Roseanne Park atau Rosie atau Rosé atau Rose. Jika ingin bertanya-tanya silahkan, tanyakan langsung padanya." Chanyeol mengakhiri dengan senyuman terbaik sepanjang sejarah. Sadar semua orang mengeja, menyebut namanya secara lengkap, juga nama panggilan miliknya, karena ulah Chanyeol. Roseanne pun perlahan menurunkan pergelangan tangannya yang berada pada lengan Hyungsik karena perdebatan mereka sambil mengerjap-ngerjap—menatap sekelilingnya, mengembalikan pandangan pada kakak tertuanya meminta penjelasan. "Kan kita berdua sedang berbicara. Aku tidak mengatakan apapun, itu Yeollie. Salahkan dia." Hyungsik memberikan sorot tajam penuh pada Chanyeol, yang tidak dihiraukan oleh pria itu.

      "Salam kenal, wah namamu banyak sekali." Jimin orang pertama yang menyapa Rose dengan suara setelah perkenalan singkat melalui Chanyeol.

       Tidak bisa menghindar jika sudah terjadi, Rose mengerti apa yang harus ia lakukan, tubuhnya sedikit membungkuk, "Annyeong haseyo**."

       Jungkook ikut menyapa setelah Jimin, lelaki ini juga tersenyum dan melambaikan tangan sebagai salam perkenalan.

      "Annyeong." Seokjin melambaikan satu tangan tidak jauh dari posisi Rose saat ini.

       Namjoon, Taehyung, Yoongi, dan Hoseok mengucapkan salam perkenalan dari tempat mereka masing-masing.

'Kursi kosong.'

      Hanya itu yang ada dalam pikiran Rose saat ini. Ia ingin menghindar dari tatapan semua orang. Tetapi dirinya menginginkan yang letaknya tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

      Ada, di samping seorang pria yang mengenakan pakaian berwarna merah muda seperti dirinya. Rose meneruskan langkah tanpa mau menoleh pada kedua saudaranya yang masih berdiri mematung di belakang tubuhnya.

       "Dia tidak pernah memanggilku OPPA sejak dulu. Dia memanggilku OPPA saat mengancam ku SAJA." Hyungsik mengelus dadanya. Chanyeol menutup mulutnya, sedih sekaligus menahan tawa. "Iya, aku tau hyung, dia juga begitu padaku." Mereka berdua berbicara sambil melanjutkan langkah yang terhenti.

     Hyung Sik memilih bergabung dengan Taehyung. Sedangkan Chanyeol bersama Yoongi.

     "SEOKJIN, panggil saja Jin." Pria ini mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.

      Rose menerima uluran tangan Jin, "Rosie."

      Jin memberikan tanda dengan kedua jempolnya.

      "Warna itu cocok denganmu. Aku juga menyukai warna pada pakaianmu."

Rose meringis, lawan bicaranya ini sangat supel dengan orang yang baru dikenal.

Jungkook terlihat menghampiri meja Rose dan Jin. Ia mengambil tempat di samping Rose. "Hyung, lihat di belakangmu." Jin memutar kepala dan punggungnya, mencari seseorang yang Jungkook maksud. Tampak, Hoseok meminta pada Jin untuk menghampirinya.

      "Baiklah, aku kesana. Jungkook-ah kau disini saja." Jin pamit pada Rose.

Jungkook maupun Rose hanya mengangguk menjawab ucapan Jin.

      "Aku Jeon Jungkook. Panggil saja Jungkook atau Kookie sama saja."

      Rose mengangguk, "Rosie."

      Jungkook mengucapkan dan mengulangi beberapa kali nama panggilan Rose lirih. "Nama panggilanmu banyak juga." Wanita ini membenarkan saat Jungkook melafalkan. "Ya begitulah."

       Rose tumbuh besar tidak menetap dalam satu negara. Sebutan orang sekitar tempatnya yang membuat nama panggilan miliknya berbeda. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut pada Jungkook. Lebih menyukai menjawab dengan garis besar saja.

       "Masih ingat denganku..." Jungkook kembali bertanya apakah Rose mengingat wajahnya di pertemuan sebelumnya. Tentu saja Rose sangat mengenal mereka. Penjelasan Yuma selalu membekas dalam ingatan saat menjelaskan siapa mereka.

       "Kalian, publik figure."

Benar-benar di luar dugaan, Rose tidak banyak bicara. Jungkook menyugar rambutnya dengan jari jemarinya, tersenyum pada kekalahan.

      "Kalian akan pergi kemana..." tanya Rose basa basi. Terpaksa.

Dahi Jungkook berkerut setelah Rose membuka suara, "Bukannya kita dalam penerbangan yang sama."

'Oh, tidak, sebaiknya tidak.'

       "Menghitamkan kulit." Sambung Jungkook lagi. "Sebelum sibuk dengan jadwal, sebaiknya berlibur, hehe."

Sangat—sangat tidak Rose sukai adalah tempat semacam itu. Ia mengusap leher belakangnya.

      "Maksudmu pantai?"

      "Salah satunya."

Pantas saja pakaian yang Chanyeol berikan seperti ini. Melihat kedua kakaknya yang antusias di ujung sana. Tebakannya tidak mungkin meleset.

'Sejak kapan aku menyukai, pantai, debur ombak, panas terik matahari yang ada disana. Aku membenci itu semua.'

–––––––––—–
** Halo, Hi

Rozellezwart [Tae x Rosé] [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang