Ronde kedua dimulai, gino menguasai bola basket itu, ia melemparkan bola ke arah yuda karena naufal menghalangi nya. Tetapi dengan gerak yang cepat naufal merebut bola dan langsung di masukkan ke ring lawan secara mudah.
Poin untuk tim naufal sudah banyak kali ini. Naufal sesekali menoleh dan tersenyum ke arah celin yang sedang duduk, lalu naufal kembali fokus bermain bola.
Brayn terus berbicara kepada anggota tim nya, agar mengoper bola itu ke ring lawan nya. Fathan segera melompat dan memasukkan bola itu ke dalam ring.
Naufal sedang serius mendribble bola basket yang tadi ia rebut dari tim gino, gino mulai merasa lelah ketika bola yang ia pegang selalu saja bisa di rebut oleh tim lawan nya.
Semua pasang mata tertuju pada arah bola tersebut mendarat, tiba-tiba suara riuh terdengar dari lapangan dan juga dari anggota tim basket.
"CELLIIIINNN" suara teriakan muncul dari orang-orang yang mengenal celin
Celin yang sedang melihat ke belakang pun menoleh dan alangkah terkejut nya ia melihat ada bola yang melayang tinggi menuju arah nya. Celin memejamkan mata nya, ia tidak bisa berlari karena tidak ada celah untuk berlari.
Setelah beberapa detik ia memejamkan mata nya, bola tak kunjung menimpa diri nya melainkan ia merasa seperti terbentur lantai dengan pelan.
Celin membuka mata nya secara perlahan, ia membeku di tempat nya. Kini ia sedang berhadapan dengan seorang laki-laki, bertubuh tinggi, hidung mancung, alis tebal dan bibir nya yang berwarna ping alami. Seorang laki-laki itu tidak lain adalah naufal, naufal seperti mengecup puncak kepala nya celin, jarak tipis yang membuat mereka berdekatan.
Ternyata bola basket yang melayang itu tidak mengenai diri nya melainkan mengenai kepala naufal, aksi itu menjadi tontonan gratis. Banyak suara yang histeris saat melihat kejadian itu bagi para penonton, ada juga yang mengambil gambar untuk di abadikan dan ada juga yang untuk menyebarkan gosip yang tidak-tidak.
Naufal segera berdiri sambil membenarkan baju nya, begitu pun celin ia juga bangun dari posisi sebelum nya.
"Lo gakpapa cel?" tanya naufal dengan nada khawatir
"Eng.. Ngakpapa, kepala lo sakit?" tanya celin balik
"Gakpapa"
"Apa kita ke UKS aja?" tawar celin
"Gak perlu, saat ini gue harus menangin pertandingan ini buat lo" jawan naufal dengan senyum yang begitu tulus
Naufal membalikkan badan nya, melangkah menuju lapangan dan melanjutkan permainan yang sempat tertunda.
Celin tersenyum lebar ketika pertandingan di menangkan oleh angkatan nya, celin berlari ke tempat istirahat para pemain basket untuk memberikan air minum dan sebuah handuk kecil.
"Nih, pasti lo haus kan" ucap celin memberikan satu botol air dan handuk kecil
"Thanks"
"Em.. Maaf ya tadi gara gara gue kepala lo jadi yang kena" ujar celin sambil menundukkan kepala nya
"Santai, itu kewajiban gue buat jagain lo cel" jawab nya sambil menggenggam tangan celin
Wajah celin tiba-tiba memanas, ia buru-buru menarik tangan yang tadi di genggam oleh naufal dan berlari meninggalkan naufal yang sedang tersenyum menuju tempat duduk semula nya.
💗💗💗💗
Jangan lupa tinggalkan jejak
Vote and comment
Salam manis
@alyairpa
Maaf kalau cerita nya kurang jelas 🙏😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallin
Ficção AdolescenteSlow update Naufal dan celin adalah musuh bebuyutan, jika mereka bertemu ada saja hal-hal yang selalu di ributkan. Hingga rumah mereka berdekatan, naufal yang selalu jail terhadap celin membuat celin menjadi benci terhadap naufal. Namun hari demi ha...
