#31 - Part 2

1.5K 88 5
                                        

Part 2
Hello guys sebelum baca aku harus kudu mesti ingetin ini chapter bener-bener explicit. Rated 18+ jadi mohon disikapi yah...
Enjoy dan jangan lupa di komen yah...



  Aku menatapnya, terdiam menantinya. Dia masih tidak tenang, napasnya terengah-engah. Tangannya masih gemetar. Tak kuasa aku pun meraih tangannya dan mengelusnya.

  "calm down, dara."

Lalu kusematkan sebuah kecupan ditangannya. Dara masih saja tak bersuara sampai akhirnya dia menunduk dan menangis.

"dara.." aku meraihnya dan mendekapnya erat.

"jiyong..jiyong.." berulang dia memanggilku.

"im here..im here dara.." aku mengelusnya dan mencoba menenangkannya.

  Saat ini keadaan berbalik, dara yang menangis. Walau tangisannya mereda aku masih bisa merasakan jika dia masih ingin menangis.

  Dara bangkit dari pangkuanku dan menarikku untuk bangkit berdiri.

"lets go.." katanya, "ayo kita nikmati hari ini hanya kita berdua." dia menarikku dengan tangannya yang rapuh, aku mengikutinya.

  Tak kusadari youngbae sudah menunggu diluar bersama sebuah mobil. Ketika melihat kami berjalan keluar dia langsung memberikan kunci mobil kepadaku.  "enjoy your moment.." bisiknya kepadaku lalu menepuk pundakku sebelum akhirnya masuk ke dalam.

Aku melirik dara, dia tampak tidak terkejut.  "apa kau merencanakan ini, dara?" tanyaku.

Dia mengangguk, dengan senyuman sehabis tangisan tadi dia memaksaku untuk segera masuk ke mobil.  "pasang seatbeltmu, jiyong." katanya riang lalu tanpa aba-aba mendekat dan memasangkannya sendiri. Wajahnya masih dihadapanku walau seatbelt itu sudah terpasang.

"weh?" tanyanya terkekeh, mungkin melihat wajahku yang salah tingkah. Dara tersenyum dan menciumku. Cukup lama tapi juga terbilang singkat, ketika aku ingin membalasanya dia sudah duduk di posisinya dan memasangkan seatbelt.

  "lets gooo.." teriaknya riang.  Aku mendesah. Walau apapun yang terjadi melihatnya bahagia adalah sebuah anugrah. Aku tahu, pikiranku masih belum sepenuhnya tenang tapi aku tidak bisa menolak raut wajah cerianya itu.  Bagaimana semudah ini dia merubah suasana hatiku? Dia memang ajaib. Aku menatapnya lekat, apakah dia akan benar-benar tenang dan bahagia jika dia menghilang dariku? Apakah aku rela membiarkan dia tersiksa oleh keegoisanku?

Tidak. Aku menggeleng.

Dara apa yang telah kau lakukan kepadaku? Kau telah mengendalikanku. Sepertinya aku benar-benar bisa mati jika kau meninggalkanku.

"where are we going?"

Lalu dara menyalakan mesin navigator di mobil. "just follow this.." katanya, masih dengan wajah cerianya.

Aku mengangguk tak ingin rumit bertanya-tanya.

Diperjalanan dara memintaku untuk minum, aku mengangguk menurutinya walau sebenarnya aku tidak haus tapi setelah itu aku melihat dia minum dari botol air yang sama lalu memberiku senyuman gemas.

Indirect kiss.

Mengapa aku merasa senang tak berarti seperti ini. Itu bukanlah hal aneh, kau bahkan sudah sering menciumnya secara langsung. Tapi aku hanya senang karena dara sama sekali tak ragu lagi kepadaku.

Jalanan semakin asing dan sepi tapi arah navigasi mengarah ke jalan ini dengan jelas. Aku semakin penasaran dengan tujuannya. Aku melirik dara, "sebenarnya kita akan kemana?"

Tampak kami melewati jalanan yang sangat panjang, aku tak bisa melihat ujungnya dimana. Disisi jalan dipenuhi pepohonan tinggi dan rimbun. Lalu setelah cukup jauh mobil kami kini melewati tanjakan cukup jauh juga.

Flawless (Complete❤)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang