Kubuka mataku seiring mentari membuka hari,
kusuguh hangat teh sehangat pagi.
Setiap aromanya, setiap adukannya,
melemparkan diri dalam detik yang sampai kini tak kunjung usai.
Kusesap sembari mengingat relung dalam hati,
"Bahagiakah kau, wahai penjarah hati?"
Ah, coba saja aku berpikir seolah esok akan mati.
Mungkin saja, takkan kusesatkan diri pada sosok pengubah nadi.
Coba ingat-ingat lagi,
berapa kali kautelan duri?
Sudah, secangkir tehku kian dingin terkena angin.
Atau, hatimukah itu?
KAMU SEDANG MEMBACA
Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]
Poetry[Sebelumnya ANAFORA] Anafora adalah jenis majas di mana pengulangan bunyi, kata atau struktur sintaksis kalimat untuk memperoleh efek-efek tertentu yang terdapat pada awal kalimat, berfungsi sebagai penegasan. Buku ini hanya sekadar kumpulan puisi y...
![Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/146632047-64-k419064.jpg)