Tenanglah

99 5 0
                                        

Sayang, tenanglah.
Aku takkan pergi ke mana pun.
Mungkin aku akan menghilang dalam buaian angin,
mungkin aku akan terhempas dalam lantunan lori,
mungkin juga aku akan tenggelam dalam setiap bait puisi Meer.
Tenanglah, aku masih bercokol dalam memori.
Jangan merasa sendiri.

Sayang, tenanglah.
Tak perlu kau mengkhawatirkan mentari yang terbit esok hari.
Ia akan bersinar seperti setiap senyummu yang menawan.
Kau lupa bahwa mentari ada dalam setiap canda tawamu.
Tenanglah, aku masih terpatri dalam nadi.
Tetaplah di hati.

Sayang, tenanglah.
Setiap bebungaan di taman berbisik,
mereka mengkhawatirkan entitas mereka,
hilang terebut oleh wewangianmu yang semerbak.
Bunga di taman, di jalan, di awan.
Takut tersaingi oleh keindahanmu.
Tenanglah, jangan kau risau.
Janganlah galau.

Sayang, tenanglah.
Setiap detik yang berdetak dari sebuah jam
takkan membuat seinci-pun pesonamu pudar.
Mereka bersumpah demi waktu,
bahwa tiap dentang waktu yang bertalu
mengabdi pada kesucian jiwamu.
Tenanglah, aku akan terus bersamamu.
Dalam jiwa maupun ragamu.

Sayang, tenanglah.
Jangan heran pada bisikan hatimu sendiri.
Ia tahu bahwa semesta tak meragu,
bahwa hanya ada satu kehidupanku
yang terletak hanya dalam napasmu.
Tenanglah, sayang.
Aku sangat menyayangimu,
'kan selalu ada dalam ingatanmu.




* Lori: Indian lullaby

Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang