Bait Kesendirian

221 8 2
                                        

Aku tercenung, sendiri
Memandang awan yang berarakan
Membentuk formasi tak beraturan
Layaknya kapas yang terhambur di langit

Aku tercenung, sendiri
Menghitung jajaran pohon bakung
Yang saat tertiup bagaikan menari
Dialuni oleh seruling angin musim kemarau

Aku tercenung, sendiri
Meresapi setiap semilir yang hadir di sela tengkukku
Aku bergeming, kehampaan
Namun terasa begitu damai

Aku tercenung sendiri
Kalau saja aku itu daun di pucuk tangkai cendana
Aku kan mengering lalu jatuh
Dan memberi setidaknya miligram humus pada tanah airku

Aku tercenung, masih sendiri
Menunggu senja di ujung kefanaan
Bisa saja aku jadi apa saja
Tapi lebih baik begini, tercenung sendiri

Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang