Aku tercenung, sendiri
Memandang awan yang berarakan
Membentuk formasi tak beraturan
Layaknya kapas yang terhambur di langit
Aku tercenung, sendiri
Menghitung jajaran pohon bakung
Yang saat tertiup bagaikan menari
Dialuni oleh seruling angin musim kemarau
Aku tercenung, sendiri
Meresapi setiap semilir yang hadir di sela tengkukku
Aku bergeming, kehampaan
Namun terasa begitu damai
Aku tercenung sendiri
Kalau saja aku itu daun di pucuk tangkai cendana
Aku kan mengering lalu jatuh
Dan memberi setidaknya miligram humus pada tanah airku
Aku tercenung, masih sendiri
Menunggu senja di ujung kefanaan
Bisa saja aku jadi apa saja
Tapi lebih baik begini, tercenung sendiri
KAMU SEDANG MEMBACA
Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]
Poetry[Sebelumnya ANAFORA] Anafora adalah jenis majas di mana pengulangan bunyi, kata atau struktur sintaksis kalimat untuk memperoleh efek-efek tertentu yang terdapat pada awal kalimat, berfungsi sebagai penegasan. Buku ini hanya sekadar kumpulan puisi y...
![Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/146632047-64-k419064.jpg)