Kenapa di tiap sajak yang kutulis hiperbola?
Apakah se-hyper itukah aku,
atau hanya tulisanku?
Kenapa di tiap syair yang kutulis hiperbola?
Apakah se-hyper itukah gagasanku,
atau hanya diriku?
Kenapa harus hiperbola?
Apakah aku memang hiperbola?
Atau hanya tulisanku?
Mari kutunjukkan,
sesuatu yang hiperbola dan tak pernah kaulihat sebelumnya.
Cukup buka matamu pada pagi hari,
lalu berjalanlah pada dunia fana tempat insan kehilangan jati dirinya sendiri.
Di mana cihuahua berlagak seperti pitbull.
Di mana pitbull berlagak seperti Siberian Husky.
Di mana Siberian Husky berlagak seperti serigala.
Padahal ia masih spesies anjing.
Dan mereka mengejek setiap lalu sebagai hiperbola.
Ia seringkali menyindir kehidupan,
mengkritisi semesta,
mengoreksi dunia,
mengeluhi langit.
Insan macam itu perlu diombang-ambing,
dari setiap omong-omongnya.
Bukan aku benci, hanya sekadar melepas kesah.
Ayolah, kawan.
Mari kita bangun kehidupan yang penuh dengan awan.
Agar turun hujan, agar subur semesta.
Tatkala tumbuh, mari kita nikmati bersama panen kita.
Duduk di sampingku, tanpa mengkritisi dunia yang hiperbola ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]
Puisi[Sebelumnya ANAFORA] Anafora adalah jenis majas di mana pengulangan bunyi, kata atau struktur sintaksis kalimat untuk memperoleh efek-efek tertentu yang terdapat pada awal kalimat, berfungsi sebagai penegasan. Buku ini hanya sekadar kumpulan puisi y...
![Musafir: Kumpulan Puisi dan Prosa [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/146632047-64-k419064.jpg)