Mengendap-ngendap bak maling tv dirumah warga. Itulah yang saat ini sedang Cantik lakukan.
"Cantik? Mau kemana?"
Cantik menegakkan tubuhnya saat mendengar suara di balik punggungnya itu.
Gadis itu meringis tak berdosa kala melihat Bunda Helin sedang duduk di kursi ruang tamu.
"Can, Cantik mau keluar bunda." kata Cantik sembari menggaruk rambutnya yang ia cepol ke atas.
"Udah malem Cantik.."
Sudah Cantik duga! Kalimat itu yang pasti Bunda Helin ucapkan ketika orang rumah akan pergi keluar diatas jam 8. Itu adalah peraturan di rumah ini, namun Cantik dan Gagah sering kali melanggarnya. Dan sampai sekarang mereka tak pernah ketahuan!
"Cantik laper bunda.."
"Bukannya tadi Cantik udah makan?" tanya Bunda Helin memastikan.
"Emmmmm.." pikir Cantik untuk mencari alibi.
"Masih lapar ya?"
"Se. Sedikit bun" ucapnya lalu meringis.
"Bunda panggilin Gagah ya, anak gadis gak baik keluar malem gini. Biar kamu ada yang jagain"
"Dengan sen--"
Sedetik kemudian memori Cantik mengingat wejangan dari Sela.
"Gak bun, enggak. Cantik bisa sendiri kok. Cantik bisa jaga diri"
Bunda Helin menatap Cantik heran.
"Tumben? Kamu lagi marahan sama Gagah?"
Cantik menggeleng cepat. "Enggak bun, Cantik akur kok sama Gagah. Cantik cuma pengin keluar sendiri aja, Cantik udah besar. Cantik harus mandiri kan?"
Bunda Helin mengangguk pelan. "Iya, Cantik harus mandiri.."
"Nah! Kalo gitu Cantik boleh dong keluar, Cantik udah laper banget nih bun. Beneran." jari Cantik membentuk simbol pizz pada Bunda Helin.
"Yaudah boleh. Jangan lama-lama tapi, Cantik hati-hati ya."
"Tenang aja bun, Cantik gak jauh-jauh juga belinya"
"Iya"
"Dahhh bundaaa.." ucap Cantik seraya pergi menjauh dari Bunda Helin.
***
Cantik berjalan menyusuri area para pedagang makanan di pinggir jalan, tempatnya tak jauh dari komplek perumahan. Tujuannya kini adalah warung Bang Ucup! Si penjual martabak langganannya.
Sesampainya Cantik disana, ia melihat warung sedikit ramai.
"Bang Ucuuup.." goda Cantik pada lelaki yang sedang sibuk melayani pembeli.
Bang Ucup menoleh ke sumber suara. "Iyaa? Eeeehhhh Neng Cantik" ucapnya sedikit terkejut tapi girang.
"Eeeeeehhhhh Bang Ucup" sahut Cantik menirukan gaya ucapan Bang Ucup tadi.
"Cantik pesen martabak telor yang kaya biasa yah bang, yang paling spesial." sambungnya.
"Oke siap! Neng Cantik duduk dulu ya, kan harus ngantri.."
"Bang Ucuuuppp.." goda Cantik seraya menenggol pelan lengan Bang Ucup.
"Kenapa Neng Cantik?"
"Cantik dilayanin duluan dong, Cantik gak boleh lama-lama soalnya, kan udah malem. Nanti Cantik dimarahin Bunda Helin gimana?"
Bukannya menjawab justru lelaki berusia 26 tahun itu memandangi area sekitar.
"Mas Gagahnya mana neng? Kok gak ikut?"
Cantik berdecak kesal. "Ck. Kenapa sih Gagah terus yang ditanyain. Emang kalo ada Cantik harus ada Gagah gitu? Gagah bukan bodyguard nya Cantik tau. Apa karena kemana mana Cantik selalu di temenin sama Gagah? Mulai sekarang Cantik gak mau terlalu bergantung sama Gagah! Cantik mau lakuin apa-apa semuanya sendiri!" sentaknya tak pandang lingkungan sekitar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFABET
Teen FictionDari mana kita bisa menyampaikan rasa untuk orang yang kita cinta. Dari mana kita bisa mengucapkan indahnya kata-kata. Dari mana pula kita mampu membuat cerita dalam dunia nyata. Dan kenapa juga kita bisa untuk bicara. Kalian tau? Semua karena dia...
