*Bisakah kau mendengar suara isi hatiku? Lirih suaranya selalu memanggil indah namamu*
__ Duhai Cantik ku __
***
Burung Gereja pagi ini menghinggap di jendela kelas XI IPA 2, seakan menjadi saksi para siswa-siswi melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Penghuni di dalamnya sibuk melakukan kegiatan masing-masing. Ada yang menggosip, bermain game, menyalin jawaban tugas, atau bahkan sibuk membujuk seperti yang saat ini Delon lakukan.
"Ayolah, kapan lagi nih kita bisa nonton bioskop gratisan"
"Kapan-kapan aja deh ya"
Delon berdecak sebal. "Ck, ya udah deh pulang sekolah kita makan bakso berdua. Gimana?" ajak Delon pada wanita berkuncir kuda di hadapannya.
Sela menggeleng. "Gak bisa Lon, gue harus kerja di toko Yaya," jawab Sela dengan raut wajah disedih-sedihkan.
"Ayolah sayang..."
Cantik yang sudah masuk enam langkah ke dalam kelas mendengar rayuan Delon langsung menghujatinya. "Sayang sayang sayang pala Lontong peyang!" ia menaruh kasar tasnya diatas meja.
"Jangan mau, nanti Sela yang disuruh bayar kalo makan sama Lontong," sambungnya.
"Sirik aja lo. Jomblo ya?"
"SYUT!" Cantik membawa telunjuknya di depan bibir, seolah menyuruh lelaki itu untuk diam.
"Gue perhatiin makin hari makin siang aja lo berangkat ke sekolah?"
"Sela... Sekarang ini kan Cantik selalu naik angkot, jadi harus nunggu sampe penumpangnya penuh dulu. Otomatis berangkat agak siangan"
"Mulai besok gue aja yang anter jemput lo," suara Dewa mendadak nimbrung dari arah pintu kelas.
Mata Cantik menyorot jalannya pria itu. "Jangan, Cantik gak mau repotin Dewa"
Dewa mengacak rambut Cantik sembari berjalan melewatinya, membuat poni gadis itu jadi sedikit berantakan. "Santai aja"
"Beneran?" tanya Cantik dan mendapat anggukan serta senyum manis dari Dewa.
***
"Berdoa, mulai"
Seluruh kepala yang kini ada di barisan lapangan diam menunduk, dalam hati mereka ikut melafalkan doa.
"Selesai," ucap bapak kepala sekolah menyudahi acara berdoanya.
"Ingat pesan bapak tadi, jaga nama baik sekolah kita. Kerjakan soal yang mudah dulu, jangan terburu-buru dan gunakan waktu sebaik mungkin. Kalian wajib untuk saling menjaga satu sama lain disana. Paham?"
"Siap paham!" kompak semua murid dalam barisan, setelah itu mereka membubarkan diri dan bergegas menuju bis yang akan mengantar mereka ke tempat olimpiade.
Sekolah Bina Bangsa tahun ini mengirimkan 3 siswa di setiap mata pelajaran Fisika, Matematika, Kimia dan Biologi. Anggotanya berasal dari kelas X dan XI, salah satunya adalah Gagah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFABET
Teen FictionDari mana kita bisa menyampaikan rasa untuk orang yang kita cinta. Dari mana kita bisa mengucapkan indahnya kata-kata. Dari mana pula kita mampu membuat cerita dalam dunia nyata. Dan kenapa juga kita bisa untuk bicara. Kalian tau? Semua karena dia...
