Part 23. Batal

1.2K 88 413
                                        


*Sampai kapan rasa ini kau sembunyikan? Apa kamu tidak lelah?*

__ Jika kamu cinta, tolong sampaikanlah __


***

Ini adalah malam yang aneh, sekaligus mengejutkan.

"Lo serius mau nembak Cantik, Wa?" tanya Sela dengan sorot mata tak percaya. Bagi Sela, ini adalah hal aneh, ia tak pernah tau jika seorang Maha Dewa Agas Dinata menyukai gadis sableng bernamakan Ayu Bunga Cantika.

"Kalo gue gak serius ngapain repot-repot bikin ginian?" jawab Dewa sembari memposisikan lilin-lilin putihnya membentuk simbol love diatas lantai.

Delon geleng-geleng. "Terkejut sih gue, gak nyangka kalo lo beneran suka sama behanya Aria Grande"

Dewa terkekeh, diikuti pula oleh Sela yang sedang meletakan balon warna-warni di dekat tempat duduk.

Mereka bertiga tengah disibukkan membuat acara pernyataan cintanya Dewa untuk Cantik nanti. Dewa sudah memesan buket bunga cukup besar yang akan dihadiahkan untuk calon kekasih barunya.

Setelah tugas masing-masing sudah terselesaikan. Sela dan Dewa mendaratkan pantatnya dikursi taman.

"Tapi gue takut Wa," ucap Sela seraya membuka tutup botol air mineralnya.

Delon yang baru saja duduk ikut menyahut. "Takut kenapa, sayang?" tanyanya dan mendapat delikan dari Sela.

"Udah dibilang jangan manggil gue pake gituan"

"Kenapa sih emang?

Sela meneguk air dalam mulutnya sebelum menjawab. "Jijik gue."

Delon terbahak mendengar jawaban dari Sela. Mana ada cewe yang merasa jijik dipanggil sayang oleh pacarnya sendiri. Dasar perempuan aneh!

"Lo takut gue ditolak Cantik?" tanya Dewa.

Sela mengangguk. "Gue rasa dia masih suka sama Gagah"

Sama seperti pemikiran Dewa sebelum-sebelumnya, ia juga sempat berpikir begitu. Cantik pasti belum sepenuhnya moveon dari Gagah. Tapi Dewa tak mau mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan apa yang hatinya rasakan. Tuhan itu maha membolak-balikkan hati manusia. Cinta bisa saja datang seiring berjalannya waktu. Ketiadaan Gagah untuk saat ini pun bisa dijadikan kesempatan untuk Dewa agar bisa mengambil hati gadis yang di cintainya.

Meski ini terkesan terburu-buru, tapi Dewa sudah yakin akan ketetapan hatinya. Untuk masalah diterima atau tidaknya, biarlah menjadi urusan nanti. Yang terpenting ia sudah siap untuk semuanya, termasuk jika nanti Cantik jadi menjaga jarak darinya.

"Optimis aja Wa, cewe model kayak Cantik mah dikasih permen kojek aja udah baper," ujar Delon yang menganggap remeh tingkat kebaperan seorang Ayu Bunga Cantika. Sela yang mendengar itu jelas tidak terima.

"Sialan! Lo pikir Cantik cewe gampangan? Walaupun rada gebleg begitu kalo urusan hati dia gak mau main-main!" Sewot Sela menggebu-gebu.

Delon merangkul santai gadis disisinya. "Iya-iya, cuma becanda doang dih. Gak usah ngotot gitu dong sampe urat lehernya keliatan tuh"

Dewa yang menyaksikan pertengkaran mereka hanya menggeleng pelan. Kelakuan kedua temannya itu bermacam-macam. Tapi memang hanya dengan mereka lah Dewa bisa mengekspresikan segala apa yang dia alami. Meski masih ada suatu hal yang Dewa tutupi.

ALFABETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang