Part 16. Pacaran

1.3K 95 275
                                        

*Gimana sih rasanya digantungin ?*

__ Dekat namun tak terikat __

***

"Lo mau jadi pacar gue?"

Mata Cantik terbuka lebar saat mendapat pertanyaan semacam itu. Demi iklan Sosis So Nice yang makan nya tinggal leb! Cantik sedang tidak bermimpi kan?

"Gagah nembak Cantik? Gagah udah suka sama Cantik?"

Gagah manggut-manggut. "Gue sayang sama lo, lo mau jadi pacar gue?" tanya Gagah lagi.

"YA MAU BANGET LAH!" sahut Cantik mantap surantap!

"Yaudah, berarti sekarang kita pacaran." ujarnya lalu mengenggam kedua tangan Cantik dan mengecup lembut punggung tangan gadis itu.

Ingin sekali Cantik membuka matanya selebar dunia! Apa yang dilakukan Gagah saat ini membuat dadanya jadi dagdigdugserrrrr.

"Cantik gak mimpi kan Gah? Kita pacaran?"

"Lo masih belum percaya?" tanya Gagah meyakinkan.

Gagah maju selangkah dari tempatnya, ia menyamakan tubuh jakungnya agar sejajar dengan tinggi badan Cantik. Wajahnya kini tepat di hadapan gadis itu, lama semakin lama wajah Gagah semakin dekat. Cantik memejamkan matanya pelan.

"Aww!"

Merasa pipinya ada yang mencubit, Cantik membuka matanya cepat. Dan yang pertama kali dilihatnya adalah langit-langit kamar. Jadi, tadi itu hanya mimpi? Bunga tidur begitu? Ah! Ini sih namanya Bunga Bangkai!

Cantik melihat Gagah yang tengah duduk di sisi ranjang tempat tidurnya. Gadis itu mengucek matanya pelan sembari duduk. "Hoaaamm.." ia menggeliat. "Tadi Gagah ya yang nyubit pipi Cantik? Padahal Cantik tadi habis mimpi jad--"

Cantik menjeda ucapannya, ia menatap setiap inci wajah Gagah, pria itu terlihat kusut. Padahal ini masih pagi.

"Mata Gagah kok merah? Gagah kenapa? Gagah sakit mata ya?" tanya Cantik khawatir.

"Sorry Can." singkat Gagah lalu pergi dari kamar Cantik. Meninggal beberapa pertanyaan di kepala gadis yang baru saja bangun dari tidurnya.

***

Selepas sarapan pagi, Cantik dan Gagah berbegas menuju sekolahnya menggunakan mobil sport yang biasa mereka tumpangi. Selama di perjalanan, Cantik sibuk mengoceh seperti bayi yang masih berumur 4 bulanan, sedangkan Gagah memilih untuk diam. Ditanya pun, diam. Di gombali pun, diam. Di toel-toel oleh Cantik pun, diam. Hanya itu yang Gagah lakukan. DIAM!

Hingga sampai di depan kelas pun, Gagah masih enggan untuk berbicara.

"Gah, Gagah sakit mata atau sariawan? Kok dari tadi gak mau ngomong?"

"Gue gak sakit Can" jawabnya dengan tatapan lurus kedepan.

"Kak Gagah!"

Itu suara Lisa, adik kelas yang sedang sibuk-sibuknya mengurusi persiapan olimpiade Fisika, sama seperti Gagah.

Lisa menghampiri Gagah dan Cantik yang ada di depan kelas XI IPA 1, gadis itu tampak sumringah sekali.

Cantik menyapa kedatangan Lisa disana, lalu menanyakan tujuan adik kelasnya itu menemui Gagah. Cantik memang sedikit tak suka jika ada yang berniat mendekati Gagah, namun ia juga tak pernah melarang Gagah untuk dekat dengan siapa saja, asal itu teman. Catat! Hanya teman! Meski ujungnya juga Cantik akan menunjukkan apa yang dirasakan hatinya jika Gagah dekat dengan wanita lain.

ALFABETCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang