Hari ini setelah teater team K3 usai Beby berencana untuk mengajak Anin untuk pergi dinner berdua karna sudah lama juga mereka tidak q time berdua karna kesibukan mereka,dan hari ini juga Beby berniat membuat dinner romantis untuk sang pujaan hati nya.
"Nin,ini udah fix kan.?" Beby mengalihkan pandangan nya pada Melody yang kini sedang berdiri di depan pintu backstage sambil membawa amplop putih di tangan nya.
Anin yang di ajak ngomong pun mengangguk dengan expressi yang sulit untuk di artikan membuat beberapa mamber menatap gadis berpipi chuby itu bertanya-tanya termasuk Beby yang kini memikirkan berbagai perkiraan,apa urusan Anin dengan sang GM itu karna biasanya mereka sangat jarang bahkan hampir tidak pernah berinteraksi berdua saja.
"Ada apa nin.?" Tanya Yona selaku kapten team mereka.
"Nanti kakak juga tau." Jawab Anin tersenyum kecut meninggal kan Yona yang masih bingung.
Beby memperhatikan Anin yang masuk ke ruang ganti dengan hati yang gamang,dalam hati ia menampik semua kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
"Tumben Anin ada urusan sama Kak mel,? Ada apa emang.?" Tanya Desy membuat Beby semakin diliputi ketakutan.
"Gatau Des,gue pergi dulu." Pamit Beby meninggal kan Desy yang makin bingung.
Karna terlalu fokus dengan firasat dan pikiran nya Beby pun lupa menyampaikan maksud nya kepada Anin untuk dinner berdua.
"Astaga,dasar bego." Keluh nya saat mengingat hal itu,segera saja ia berlari menghampiri Anin di ruang make up.
"Eh rel,tau Anin ngk.?" Tanya Beby saat menemukan hanya ada Aurel dan Indy di ruangan itu.
"Angkat tlfon ke situ." Jawab Aurel sambil menunjuk pintu merah menuju ke arah stage mereka biasa tampil.
Dengan langkah cepat Beby pun menuju stage namun langkahnya sedikit melambat saat rasa penasaran ingin Menguping pembicaraan Anin datang tiba-tiba .
"Iya aku tau kok,aku kan udah janji bakalan milih kamu,aku cuma minta waktu aja untuk pergi dari dia." Beby menyipitkan matanya dan mencoba menajamkan pendengaran nya.
"Ngk Lama kok,palingan setelah di setujui managemant aku tinggal nunggu jadwal terakhir kok." Hati Beby semakin bergemuruh,entah kenapa rasanya sangat sakit meskipun belum pasti dan benar adanya tapi hatinya sudah benar-benar tak akan sanggup menerima ini semua.
"Jangan,ini ngk mungkin." Gumam nya menutup mulut agar isakan nya tidak terdengar oleh Anin.
Karna tidak ingin Anin mengetahui keberadaan nya Beby pun pergi dari sana dengan berlari kecil hingga tak sengaja menabrak seseorang.
"Awwkkkjjjb,,bebeb,,lu ngapain sih lari-lari kayak pilem India,lu pikir gue pohon bringin." Gerutu Kinal sambil memungut kertas dan berkas yang jatuh dari tangan nya saat Beby menabrak nya.
"Maaf Kak gue ngk sengaja." Ucap Beby membantu Kinal membereskan kertas itu.
"Bisa di marahin Kak mel ini." Lanjut Kinal menggerutu,Beby menghentikan kegiatan tangan nya saat tak sengaja memegang sebuah amplop putih.
"Kak boleh gue buka.?" Tanya Beby berdiri di ikuti Kinal dan gadis bertubuh tegap itu sedikit kaget saat melihat hidung dan mata Beby merah karna menangis.
"Loe nangis.?" Tanya Kinal menganti Nada bicaranya agar lebih sendu.
Tak ingin menunda karna sangat penasaran Beby pun tak menunggu jawaban Kinal,tangan nya langsung merobek amplop itu membuat kinal terkejut.
"Beb Loe,,,"
Kinal menghentikan ucapan nya saat melihat Beby menutup mulutnya dengan nafas memburu,langkahnya mundur ke arah tembok dan luruh disana lalu tangis nya semakin Terisak.
"Beb itu apa emang.?" Tanya Kinal pelan karna memang tak mengerti apa yang menyebabkan teman satu generasi nya itu menangis se begitu nya.
Perlahan tangan Kinal merebut amplop itu dan membaca nya.
"Astaga." Kaget Kinal membungkam mulut nya saat membaca surat pengunduran diri dari mamber dengan atas nama Anin disana,dan kini ia tau perasaan Beby seperti apa,pasti rasanya seperti pertama kali ia mendengar keputusan veranda untuk lulus dari group mereka dulu.
Apalagi Shania yang juga mantan terindah nya telah lebih dulu mengumumkan kelulusan nya.
"Beb gue tau perasaan Loe tapi,," Kinal menghentikan ucapan nya,sekarang ia benar-benar tak tega dengan gadis asal Bandung itu.
"Loe harus kuat,gue yakin Loe bisa ngadepin ini." Ucap Kinal mencoba menenangkan Beby.
Dengan spontan Beby beranjak dari duduk nya dan meninggal kan Kinal yang tentu Saja kaget dengan aksi Beby yang tiba-tiba.
Dengan air mata yang belum berhenti mengalir Beby terus berjalan mengabaikan tatapan heran dari orang-orang yang ia lewati,tentu Saja ingin mencari Anin yang katanya di basemant.
Sesampainya di basemant Beby melihat Anin di depan nya yang masih lumayan jauh,dan langkah nya terhenti saat melihat sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di depan Anin.
Keluar lah seseorang dengan flanel coklat dan berkaca mata hitam menghampiri Anin.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mereka pun bercipika- cipiki dengan akrab nya,beberapa kali Beby juga melihat seseorang itu mengelus rambut Anin dengan mesra nya dan Anin pun terlihat nyaman dengan seseorang itu karna sedari tadi senyum manis itu tidak luntur dari bibir gadis itu.
Jarak yang terlalu jauh membuat Beby tidak bisa mendegarkan obrolan mereka,hanya suara tawa renyah Anin yang sesekali terdengar di telinga Beby,dan itu membuat hatinya semakin sakit mengetahui kenyataan bahwa kekasih nya itu lebih bahagia bersama orang lain.
Karna terlalu asyik melamun mobil merah itu pun pergi meninggal kan tempat itu,menyisakan Beby yang semakin terlihat tak berantakan.
Gimana udah kejam belum? Atau 1 part lagi lebih kejam?
Btw foto diatas itu cewek kok,namanya zee kennan dia penyanyi terkenal di Thailand yang aslinya keturunan Indonesia,bagi yang Kepo cari aja di Google atau YouTube pasti ketemu,Thanks.