Drama story

1.1K 107 15
                                        

Hari ini adalah hari di mana HS event sedang di laksanakan,bukan hanya satu team atau reguler team yang sibuk tetapi semua yang bergabung di jkt48 sedang sibuk.

Sudah Dari tadi pagi mereka sibuk pada kewajiban mereka masing-masing dan malam ini waktu nya mini konser di laksanakan mereka masih sibuk bagitupun para mamber yang akan tampil,seperti Shania yang kini berada di depan cermin sedang merapikan sedikit riasan yang seharian sudah luntur oleh keringat.

"MAMAAAAA." Seketika seluruh orang yang ada di ruangan itu menghentikan kegiatan nya dan menoleh pada pembuat onar yang kini sedang menunjukkan deretan gigi kelinci di depan pintu.

"Hehehe Hay,,." Sapa Viny nyengir pada beberapa pasang mata yang menatap nya kesal.

"Ada apa sih vin.?" Tanya Shania ikut kesal,karna kalau Viny yang datang dengan panggilan 'mama' pasti yang di cari dirinya.

Sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal Viny berjalan menghampiri Shania namun matanya masih menatap orang-orang yang masih memperhatikan nya dengan expresi yang sama.

"Udah-udah tar copot lho matanya." Ucap Viny pada mereka cemberut.

"Viny ada apa.?" Tanya Shania sekali lagi.

"Gak kenapa-napa sih ma,cuma manggil aja." Shania menghela nafas nya lelah,seperti nya gadis yang 2 tahun lebih tua darinya itu sedang salah minum obat.

Namun Fikiran itu hilang saat melihat gadis itu duduk dengan lesu di kursi tepat di hadapan nya.

"Kamu kenapa?,Hmm." Tanya Shania duduk di depan Viny.

"Kalau udah ngk disini kita ngk bisa ketemu dong,pasti mamanya sibuk." Keluh Viny sambil memainkan jari nya sendiri.

Shania menghela nafas,mungkin memang mereka tidak terlihat dekat tapi Shania sudah lumayan mengenal gadis di hadapan nya ini dengan baik pada saat status kapten masih di sandang oleh Viny.

"Kak,aku tau ini ngk mudah dan aku juga tau apa yang kakak rasakan,tapi kita juga ngk mungkin selama nya di zona ini karna kehidupan tidak akan berjalan klau kita Tetap pada batas nyaman kita." Viny mendongak menatap Shania.

"Tapi 1 hal yang harus kakak ingat sejauh apapun jarak memisahkan Shania junianatha tetap mama kamu."  Akhirnya Viny tersenyum hingga matanya menghilang.

"Ini senyum mama Kak." Goda Shania mengelus pipi Viny.

"Ya Kan aku anak mama,hehehe ma boleh peluk ngk.?" Shania hanya mengangguk lalu merentangkan tangan nya di hadapan Viny,membuat gadis pencinta artistik itu langsung menghambur kepelukan Shania.

"Eh kok pelukan ngk ngajak-ngajak." Sindir Beby yang baru saja datang dari arah luar.

"Ihhh papa,klau Viny ngk papa peluk mama tapi kalau papa BIG NO ya,tar bunda Gemes nya ngambek." Jawab Viny dengan menekan kan kata 'big No' di hadapan wajah Beby.

"Dihh gitu,liat aja ya tar bebnju lovers bakal histeris liat aku sama Shania." Ucap Beby sombong.

"Huuu sombong amat." Kesal Viny.

"Kak,kamu dicari in disini." Shania Beby dan juga Viny menatap ke arah belakang dan ternyata shani yang menghampiri mereka.

"Waah keluarga bebnju reunian nih." Sindir Desy dari ujung ruangan membuat semua yang disana menatap ke arah Beby dan 3 lainnya.

"Berisik lu Des,diem." Suruh Beby.

"Ati-ati bos,tar diem-diem Kak Viny punya adek." Beby melotot ke arah Desy yang hanya cengegesan.

Sementara Viny dan shani berusaha menahan tawanya melihat Shania dan Beby yang sekarang canggung.

"Udah ahh sayang kita pergi aja yuk,seperti nya papa mau ngabulin doa Desy." Ucap Viny sebelum mengandeng tangan shani pergi dari sana.

Chat line versi Beby part IIStories to obsess over. Discover now