Hari ini team K memiliki jadwal teater terakhir sebelum Ramadhan tiba dan tempat yang hampir setiap hari ramai oleh pengunjung itu kini tampak sepi ,ya karna masih terlalu siang untuk para mamber dan fans mendatangi tempat itu.
Tapi tidak bagi Viny,semenjak 1 jam yang lalu gadis itu sudah berada di salah satu restoran yang ada di mall dengan tumpukan tugas kampus yang menemani nya,sebuah laptop yang khusus hari ini menjadi perhatian utama dan tak lupa gelas kopi yang menjadi teman setia nya.
Drrtt,,,drtttt.
Viny mendongak menatap benda persegi yang terletak di samping laptop nya dan melihat kontak penelfon.
Indira calling.
Gadis itu mengabaikan panggilan tersebut dan kembali pada tugas2 nya,sejenak dia memijit pelipis nya yang terasa berdenyut lalu memejam kan matanya berharap rasa sakit yang ia rasakan hampir seminggu belakangan sedikit berkurang.
Sementara di tempat lain.
"Ck,,kenapa ngk di angkat sih.?" Gumam shani kesal bertanya pada dirinya sendiri,sudah hampir 5 kali ia Melalukan panggilan untuk Viny namun tidak satupun yang di tanggapi oleh gadis itu.
Jari cantik nya mencoba membuka akun sosmed milik Viny untuk mencari tau keberadaan gadis itu.
Terlihat sebuah foto olio si kucing kesayangan Viny di uplod beberapa jam yang lalu itu artinya gadis itu sedang tidak sibuk,tapi kenapa panggilan shani tak terjawab.
"Huff." Shani menghela nafas panjang nya saat berbagai kemungkinan hinggap di hati dan otak nya.
Membuat Gracia yang sedari tadi menemani shani menoleh ke arah gadis itu.
"Cici kenapa?? "Tanya Gracia memiring kan wajah nya menatap shani,gadis itu hanya menggeleng samar.
"Cici sakit .?" Shani memejamkan matanya,ia melupakan satu hal tentang gadis di samping nya yang tidak akan berhenti bertanya sebelum semuanya terjawab dengan jelas dan bisa dimengerti.
"Atau masih ngan,,"
"Aku ngk papa gre cuma heran aja tlfon aku dari tadi ngk di angkat sama Ka Viny dan aku sekarang khawatir sama dia." Cecar shani memotong pertanyaan Gracia yang belum terselesaikan,dan kini gadis yang memiliki hobi fotografi itu hanya manggut-manggut dengan wajah konyol nya.
"Kenapa ngk tlfon Ka vidy aja,siapa tau dia ngerti dimana Kak Viny." Usul Gracia tanpa berfikir panjang.
"Ck,,Kak vidy mana ada di rumah dia kan masih kuliah di luar kota gre." Mata Gracia sejenak menyipit seolah memikirkan sesuatu.
"Atau engk langsung tlfon mamanya aja." Shani ikut berfikir dengan ide terakhir Gracia,sebenarnya tidak buruk hanya saja shani terlalu malu kalau harus berinteraksi dengan wanita dewasa selain ibunya itu,apalagi ia sudah jarang bertemu dengan mama nya Viny.
"Udah sini klau malu biar gre aja yang tlfon,siapa tau mamanya Kak Viny pindah haluan nganggep gre menantu idaman." Shani melotot saat Gracia dengan cepat merebut ponsel nya dan menelusuri kontak tlfon melancarkan aksinya.
"Di pikir gampang nyari nama kontak mamanya Kak Viny di HP ku,ngk mungkin ketemu gre." Batin shani sedikit mengintip ke arah HP nya yang Layarnya bergeser sangat lambat.
"Nah pasti ini."
"suoceri" Gracia membaca nama asing di HP shani membuat gadis itu segera merebut ponsel nya.
"Kok kamu tau sih gre." Kesal shani,membuat Gracia terkekeh.
"Ya karna gre udah terbiasa dengan yang berbau aneh dan alay jadi ngk heran bisa nemuin nama sealay itu di kontak ci shani." Jawab Gracia sambil Menaik turunkan alisnya menatap gadis yang sudah di anggap kakak nya sendiri itu,sementara Shani hanya berdecak pelan menanggapi jawaban Gracia.
