"Klau itu demi kebaikan kamu,aku akan lakukan apapun meski itu menyakitkan." Gumam nya seorang diri.
"Tapi,walaupun kamu tidak menginginkan kehadiran ku,percalah aku akan menjaga mu dari jauh." Lanjutnya lagi,ia menghela nafasnya sambil mengusap air matanya ,tangan nya mencari iPhone milik nya dan mencari seseorang disana.
"Hallo."
"Datang lah kerumah sakit,jaga dia untuk aku." Ucap Anin lalu mematikan panggilan secara sepihak,bahkan mungkin gadis di sebrang sana juga belum mengerti maksud nya.
"Karna bahagia mu,bahagia ku juga."
Pukul 11 malam,mobil yang viny kendarai berhenti di depan kos-kos an milik Beby.
Shania turun dan membantu Beby untuk turun,sementara itu Anin masih terdiam di kursi samping kemudi,entah kenapa keadaan ini seolah-olah menghukum nya,rasa sesak di dada nya tidak berkurang sedikit pun dan kini terasa semakin perih saat melihat kekasih nya yang sedang tidak berdaya justru di jaga oleh sang mantan.
Ia menghela nafasnya sejenak lalu membuka pintu mobil Viny.
"Kak Shania." Panggil nya membuat Shania dan Beby menghentikan langkahnya di depan pintu dan kini menatap ke arah Anin yang masih menunduk.
"Tolong jaga Kak Beby baik-baik,aku tau saat ini dia lebih butuh kakak dari pada aku,aku ngk akan ganggu dia supaya dia cepat sembuh,tapi selama dia butuh aku mohon kakak menemani nya kemana pun itu." Anin mendongak dengan mata yang sudah basah.
"Dan untuk Kak Beby." Sambil mencengkeram tangan Shania yang berada di genggaman nya Beby berusaha menahan tangis dan diri nya untuk tidak berlari memeluk gadis itu,jujur ini pertama kalinya Beby melihat Anin sehancur ini.
"Seperti yang aku janjikan Kemaren,klau aku akan buat Kaka kembali mengingat siapa aku,tapi untuk saat ini aku rasa tidak perlu,karna sudah ada Kak Shania yang selalu ada buat kakak." Beby mengalihkan tatapan nya ke arah lain dan itu menambah sedikit perih di hati Anin.
"Bahkan menatap Ku aja Kaka udah ngk mau." Batin nya terasa semakin perih.
"Klau gitu aku permisi Kak." Pamit nya lalu membalikkan tubuhnya kembali ke mobil Viny tanpa menunggu jawaban dari Shania dan Beby.
Sabtu 5 Januari.
Dengan langkah tanpa semangat Anin memasuki teater jkt48,ucapan ulang tahun dari beberapa staff yang bertugas di depan mengiringi langkah nya masuk,mungkin baginya ini adalah ulang tahun paling beda dari biasanya,klau Biasnya ulang tahun selalu bahagia kali ini seperti tidak ada semangat untuk merayakan.
senyum itu memang mengembang di bibir tipis nya namun seperti ada yang aneh di balik senyuman itu.
"Kak Anin Happy birtday ya,semoga semuanya makin baik." Sapa indi saat gadis itu baru memasuki ruang make up.
"Terima kasih dek." Jawab nya sendu.
"Nin." Panggil Yona selaku kapten. Gadis itu menoleh tanpa semangat.
"Iya Kak." Jawab nya,mungkin bagi mereka yang tau dan lihat langsung kondisi gadis itu orang bisa menebak bahwa dia sedang tidak baik-baik saja,matanya yang merah dan sembab kantong mata yang semakin menebal dan tentunya wajah pucat yang belum tersentuh make up pagi ini.
