"Oke istirahat dulu 20 menit kumpulkan lagi tenaga kalian,dan juga apalin lagi blokingan nya masing-masing." Ucap sang pelatih sebelum meninggalkan ruangan.
Mereka mulai saling membahas tentang gerakan dance itu dan juga ada beberapa yang meminta saran pada yang lebih berpengalaman tentang dance,seperti Okta Feni jinan dan aby yang kini mengerubuti Ayana.
Begitu juga Sinka Yupi Aya dan Yona yang juga sedang duduk bersama.
di sisi lain.
"Kak Viny." Panggil shani sambil memegang kotak merah di tangan nya,dan yang di panggil pun seketika menoleh.
"Ya sayang." Jawab Viny lembut meninggalkan layar HP yang sebelum nya membuatnya sibuk dan beralih menatap shani.
"Aku bawa in kaka buah,di makan dulu ya." Sambil membuka kotak itu shani menempatkan tubuhnya di samping Viny dengan lengan sebelah Kiri bertumpu di Paha gadis pencinta artistik itu.
"Wah kayaknya enak tuh." Gumam Viny menatap beraneka buah yang sudah ter iris rapi di dalam kotak yang ada di tangan shani.
"Kaka mau apa dulu.?" Tanya shani menyiapkan garpu plastik di tangan nya.
"Aku mau yang ini." Tunjuk Viny pada buah berwarna merah.
"Aaaa." Seketika Viny membuka mulutnya saat shani menyuapkan buah
itu ke arah mulut nya.
"Manis ngk.?" Tanya shani memperhatikan gerak bibir Viny yang masih mengunyah,sambil menunggu expresi Viny tentang buah itu.
Gadis memiliki senyum manis itu hanya mengangguk sambil memejamkan matanya seolah benar-benar menikmati buah tersebut.
"Manis ,seger kayak yang nyuapin." Shani menunduk menyembunyikan rona merah di pipi nya.
"Apa deh Kak," ucapnya masih tersipu.
"Lagi nih."
Sementara dari sisi lain.
"Kak,ngk mau minum.?" Tanya Anin menyentuh bahu Beby yang sedang tiduran di samping nya.
"Mau dong." Beby mengangkat sedikit kepala nya dan menjadikan paha Anin sebagai bantal.
"Ihh mau tapi kok malah gini." Anin mendorong bahu Beby pelan agar gadis itu bangun dari posisinya.
"Mau minum yang lain tapi." Bisik Beby Menaik turun kan alisnya genit.
Dengan pipi merahnya Anin menatap tubuhnya sendiri.
"Ihhh,,ngk usah aneh-aneh deh." Kesal Anin menutup wajah Beby yang masih betah di pangkuan nya dengan handuk miliknya,terdengar kekehan pelan dari mulut Beby sambil membuka handuk yang menutupi wajahnya.
"Ya elah pada pacaran sih,gege sama siapa dong.?" Gerutu Gracia melas saat menatap ke kanan dan kiri dimana pasangan vinshan dan bebnin sedang asyik dengan dunia nya.
"Biasanya Loe melipir ge,udah sikat tuh Kak dudut gue ngk akan bilang ke Siska kok." Timpal Beby yang di hadiahi tatapan tajam oleh Anin.
"Ya dari pada dia kesepian sayang." Gumam Beby saat paham dengan tatapan gadisnya.
"Sini ge pijitin gue aja." Gracia yang awalnya sedang menimang ucapan Beby seketika menatap ke arah viny.
"Minta ma ci shani aja kok nyuruh gege." Jawab Gracia namun tetap menghampiri Viny dan shani.
"Ya shani Kan lagi suapin aku buah,nah kamu yang pijitin udah buru." Viny memposisikan badannya membelakangi Gracia sambil terus menerima suapan buah dari tangan shani.
"Ini tulang semua Kak,ngeri rontok deh." Shani terkekeh pelan saat mendengar ucapan Gracia yang kini mulai memijit kedua bahu Viny.
"Iya Deh yang semok mah beda." Shani semakin cekikikan mendegar perdebatan kedua gadis itu.
Plak,,,
"Aduh kok di pukul sih gre.?" Rintih Viny saat tangan Gracia memukul bahu kiri nya.
"Abis nya ngatain,aku tuh ngk semok."
"Trus.?"
"Cuma berisi aja." Jawab Gracia.
"Kak aku nyuci kotak makanan nya dulu ya,gre titip kakak ya." Viny hanya mengangguk menjawab ucapan shani.
"Tar klau pacar cici ilang berarti aku buang ya ci,Abis nyebelin." Shani hanya menggeleng sambil berlalu meninggalkan Viny dan Gracia.
"Udah ahh Kak capek,bikin IG story aja yuk mau ngk.?" Gracia mendudukkan tubuhnya di samping kiri Viny lalu mengeluarkan HP nya.
"Gak ahh tar Siska ngamuk sama gue." Tolak Viny mendengus.
"Ihh ngk mungkin,Kak Viny tuh udah masuk daftar mamber yang ngk mungkin dia cemburu in." Viny menatap Gracia heran.
"Iya jadi dia tuh ngk cemburu cuma sama Kak Viny Kak Beby dan ci Desy doang yang lain mah Hadeh." Lanjut Gracia sambil mengangkat HP nya.
"Udah sini,itung-itung ngobatin rasa kangen nya fanbase grevin." Viny malah menatap Gracia dengan kerutan di kening nya.
"Hehehe bercanda kali Kak,serius amat." Ucap Gracia melihat arti tatapan Viny.
"Gre sini deh." Gracia menoleh ke arah Sinka yang barusaja memanggil nya.
"Ada apa Kak.?" Tanya gadis itu masih belum berniat menghampiri Sinka.
"Sini,aku punya sesuatu untuk kamu." Gracia menatap Viny sejenak,bermaksud meminta saran.
"Udah samperin,itung-itung ngobatin rasa kangen nya fanbase gresin." Gracia terkekeh mendengar ucapan Viny yang menirukan ucapan sebelum nya.
Namun sedetik kemudian beranjak berdiri.
"Ya udah,ditinggal dulu ya Kaka cungkring mau cari yang lebih bohay." Viny mendengus kesal mendengar ejekan Gracia yang kini berlari kecil meninggal kan nya sambil menjulurkan lidah.
Setelah kepergian Gracia Viny sedikit melirik ke arah Beby dan Anin yang masih asyik bermesraan,dengan Beby yang tidur di pangkuan Anin memunggungi nya dan tangan Anin mengelus kepala gadis berambut pendek itu sambil tersenyum bahagia,ia memejam kan matanya sejenak sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya dan menutup wajah dengan lengan kanan nya.
"Sepertinya mereka berdua memang ada hubungan,tapi apa.?? Mereka terlalu pintar menyembunyikan dan mudah bersikap profesional ." Batin seseorang yang sedari tadi memperhatikan Viny.
Udah belum???
Tinggal kan sesuatu di comment.
