Hyomin tidak sengaja melihat sebuah pembunuhan di Rumah Sakit ketika ia baru saja selesai dari tugasnya. Pembunuhan di hadapannya itu benar-benar membawa sebuah trauma lama yang kini terbuka kembali.
Sebuah fakta mengejutkan kalau Hyomin harus dijod...
"Bagaimana bisa seperti ini?!" ucap Kyungsoo frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya.
"Tenanglah, Kyungsoo. Kalau kau ingin memusnahkan pria itu, kita musnahkan saja langsung," sahut Chanyeol santai.
Kyungsoo sangat frustasi, awalnya rencana untuk memusnahkan Sehun berjalan dengan lancar. Berawal dari Sehun dipergoki oleh Hyomin di depan rumah sakit, agar pihak kepolisian memiliki barang bukti. Tapi dugaannya salah, rencananya malah menjadi boomerang baginya. Kyungsoo menyukai Hyomin sejak lama, tapi ia tak berani mengungkapkannya. Selama ini Kyungsoo menyimpan rasa karena ia tak berani mengungkapkannya pada Hyomin.
"Bgaimana caranya?" tanya Kyungsoo pada Chanyeol. Di sini, tidak hanya Chanyeol, tapi juga ada Jongin yang menemani Kyungsoo.
Kyungsoo dan Chanyeol merupakan sahabat sejak mereka masih kecil. Bahkan sampai detik ini mereka masih menjadi sepasang sahabat. Beberapa bulan lalu, orang tua Kyungsoo dibunuh oleh seseorang bernama Jung Sehun. Lalu, Kyungsoo mengirim Chanyeol pada Sehun dengan pura-pura menjadi seorang supir pribadinya. Kyungsoo dan Jongin sebenarnya baru mengenal setelah orang tua Kyungsoo meninggal. Kyungsoo mengumpulkan data-data tentang Sehun, dan berhasil mendapatkan nama Jongin sebagai teman dekat dari Jung Sehun. Dan Kyungsoo meminta Jongin untuk berada di pihaknya dengan imbalan yang besar.
"Apa ada yang mempunyai rencana?" tanya Kyungsoo pada Chanyeol dan Jongin.
"Kita culik Hyomin, setelah itu meminta Sehun datang tanpa satupun pengawal, lalu kita bunuh Sehun saat itu juga. Bagaimana?"
Chanyeol dan Kyungsoo menganguk patuh.
"Kalau begitu, besok kita lakukan rencanamu itu," balas Kyungsoo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Catatan si Willis:
Chapter ini ditulis atas landasan antara bosan dan malas menjadi satu. Makannya bentukannya begini, siape tau ada yang baca.
Ini saya sekalian juga sekalian pengen minta maaf loh kalau bales komennya begitu. Ya, emang saya kalau chatan sama temen juga gitu, balesnya singkat padat dan jutek. HAHAHAHA!
Terus beda soal kalau balesin komen sider, ya siapa sih yang nggak marah kalau gak dihargain? Wajar lah marah, apalagi ngetik cerita ini harus mikir dulu, sehari semalem. Hidup saya nggak cuma sabar ngadepin Anda saja, hei para sider yang tiba2 komen protes. Banyak yang harus disabarin di dunia nyata saya.
Udah ah, cape, pengen pacaran sama Caitlin, dia abis ulang tahun.
Sampai bertemu di book2 cerita AL!!! (Kalau niat pasti bikin, doain aja ada niatan).