Ngetiknya lagi menikmati suara hujan. Beuh, manthul. HEHEHE. (Sebenernya mager, tapi ya nikmatin aja part ini)
*****
Hari ini, hari dimana Hyomin melakukan fitting gaun untuk hari pernikahannya nanti. Ini adalah tahap terakhirnya setelah semua yang sudah ia siapkan --lebih tepatnya Sehun sendiri yang menyiapkannya. Mulai dari undangan, gedung, bahkan cincin pernikahan mereka. Dan hal yang paling mengejutkan bagi Hyomin adalah, di dalam undangan tersebut ada gambar anak ayam kecil di pojok kanan bawah. Entah apa yang ada di pikiran Sehun hingga ia menaruh gambar anak ayam di sana.
Hyomin duduk di pinggir ranjangnya, ia baru saja selesai mandi, rambutnya masih basah karena tadi Hyomin baru selesai keramas. Matanya memandang sekeliling kamar Sehun, kamarnya kosong tanpa ada hiasan hanya ada jam dinding yang menempel di salah satu sudut ruangan. Tidak ada foto-foto masa kecilnya atau foto keluarga, semuanya kosong benar-benar kosong. Mungkin karena Sehun adalah seorang pria, ia tidak suka memajang-majang sesuatu di kamarnya. Begitupun dengan Kyungsoo yang sama tidak pernah memajang sesuatu di dalam kamarnya.
Lamunan Hyomin sirna saat mendengar langkah kaki yang mendekatinya. Ia melihat Sehun yang datang menghampirinya, pria itu baru saja selesai mandi. Dengan penampilannya yang begitu seksi di mata Hyomin. Rambutnya basah, tubuh bagian atasnya tidak terbalut oleh busana, dan kakinya sudah tertutup celana jeans hitam. Sehun menghampiri Hyomin yang sedang duduk di pinggir kasur, dengan tatapan mengerikan seperti biasanya, ia menghampiri Hyomin dan duduk di sampingnya. Sehun meraih handuk yang berada di leher Hyomin, lalu mulai mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk.
Hyomin terkesiap, ia membalikan tubuhnya dan menatap Sehun datar. Ia mundur beberapa centi dari tempat Sehun berada.
"Kau Sehun kan? Bukan bagian dari--"
Belum sempat Hyomin menyelesaikan kalimatnya, Sehun menatap Hyomin dengan tatapan tak senang.
"Aku Sehun!" balasnya cepat. "Sini, aku keringkan rambutmu. Risih aku melihat rambutmu yang basah seperti itu."
Hyomin tidak menjawab, ia membiarkan Sehun mengeringkan rambutnya yang basah. Belaiannya begitu lembut, setiap belaian Sehun Hyomin nikmati. Di belakangnya, Sehun mencium harum rambut Hyomin yang baru saja dikeramasi.
"Hei, kau benar-benar Hyomin kan?" ucap Sehun tiba-tiba.
Hyomin memutar matanya malas, tadi malam Sehun terlalu takut untuk tidur dekat-dekat dengannya. Bahkan sebelum tidur Sehun membaca sebuah mantra pengusir iblis. Entah darimana Sehun mendapat mantra tersebut, yang jelas Sehun benar-benar menyebalkan.
"Aku takut kau tiba-tiba berubah jadi Parker Crane," Sehun masih bersuara dengan nada yang datar. Tapi Hyomin yakin jika Sehun sebenarnya sedang ketakutan.
"Parker Crane itu seorang pria, Oh Sehun!" Hyomin membalas dengan menaikan nada bicaranya kesal.
"Tapi dia mengebiri kepunyaannya. Aku tidak mau menikah dengannya, sebenarnya aku juga tidak mau menikah denganmu. Aku ingin menikah dengan Choi Jiwoo atau Miranda Kerr."
Hyomin berusaha mati-matian agar tidak membakar Sehun hidup-hidup. Ia kira saat mengungkapkan perasaannya di panti asuhan tadi malam, sikapnya akan berubah dan tidak semenyebalkan seperti sebelumnya. Tapi dugaanya salah, Sehun masih tetap menjadi seseorang yang menyebalkan. Bahkan tingkahnya semakin menyebalkan dan selalu mengangap Hyomin sedang dirasuki sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Artificial Love
Fiksi PenggemarHyomin tidak sengaja melihat sebuah pembunuhan di Rumah Sakit ketika ia baru saja selesai dari tugasnya. Pembunuhan di hadapannya itu benar-benar membawa sebuah trauma lama yang kini terbuka kembali. Sebuah fakta mengejutkan kalau Hyomin harus dijod...
