Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
—Rayyan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepulang dari sekolah setelah baikan sama Yara, gue baru tau kalau besoknya ada perayaan Hari Kartini di sekolah gue. Padahal baik Yara maupun Bian sama-sama jadi panitianya, bahkan Yara yang desain poster dan banner buat dipasang di lapangan. Tapi tetep aja gue enggak tau, pokoknya tau-tau gue dipalakin buat bayar bunga.
"Kok mendadak dah?"
"Dikasih taunya udah lama, bego."
Besoknya gue enggak liat Yara dari pagi, baru sekitar jam 10-an ketika gue cabut karena gabut abis, gue nemuin Yara yang lagi nonton bareng yang lain.
Tapi yaudah, Yara juga udah gue kasih tau tadi.
Baru setelah jam 12-an, gue balik untuk sekadar ngasih bunga dan foto bareng angkatan. Hanya setangkai dan warna merah, ngasih di depan temen-temennya yang bahkan enggak dapet. Brengseknya tuh ternyata Yara udah megang satu mawar warna pink di tangannya dia. Dari siapa coba, buset dah?
"Dari Bian, tadi dia megang banyak terus aku minta satu." Gue mendengus. Bener-bener dah itu anak satu, ngalusnya bisa aja. Tapi yaudah lah, yang penting Yara nerima bunga gue dengan senyum favorit gue itu di bibirnya. Mintain temennya buat fotoin gue sama dia yang kemudian dia pajang di instagramnya.
"Kita beneran mau ke Kokas, Ra?" Tanya gue setelah otak gue berhenti flashback sambil menelusuri jalur yang Waze kasih di layar handphone. Warnanya merah semua, orang-orang demen banget ya ngabisin bensin.
"Terserah sih sebenernya."
"Yang deket-deket aja mau gak?" Tanya gue lagi, kali ini sambil menengok ke arah dia yang dari tadi udah duduk manis di dalam mobil. Heran abis kenapa kaos putih dan celana bahan warna coklat muda aja bisa bikin Yara secantik ini.
"Kalau Blok M Plaza bosen."
"Ya, gak ada juga yang ngajak ke situ, Yara." Karena gue juga bosen lah, alig. Tiap hari juga bisa kalau ke sana mah.
Mindahin gigi, gue memundurkan mobil gue sebelum kembali ke jalanan dan melaju entah ke mana. Yara sendiri diem-diem aja dan kalau udah gini, gue biasanya langsung ngeasumsiin kalau dia bebas mau dibawa ke mana.