Rinai
Aku mengenangmu,
Dibalik rinai hujan yang melebur
Menyembunyikan hangat akan tentangmu
Dengan derai terus mengalun
Memberikan sunyi yang menenangkan
Memberikan fana yang memabukkan
Kemudian membawa ku melabuhi jalan sepanjang lorong kenangan
Dalam sepi juga aroma bahagia akan kehadiranmu
Dalam detik yang selalu aku kenang
Aku ingin menemanimu
Melebur bersama luka yang tetap menjadi topeng terbaikmu
Mengalihkan keadaan menjadi tak lagi mencari pedih dintara mata mu...
Yang terus berpendar hangat menatapku
Walau luka menikammu tanpa rasa kasih didalamnya
B.S
KAMU SEDANG MEMBACA
PROSA
Poetry"Ini tentang kamu dan mereka yang ingin kuabadikan dalam kata sederhana yang datang tanpa ku undang" Terlalu sederhana yang kutulis didalamnya, bukankah seorang puitis menulis hanya untuk jujur kepada dirinya sendiri? Dan itu yang sedang ku lakukan...
