14

26.5K 3.3K 316
                                        

Jangan lupa pencet vote + komentar yaaaaa!!

•°•°

Dengan perasaan takut dan malu yang bercampur aduk, gue mau pencet nomor kak Taeyong tapi gue gak sanggup.

Sampai hampir aja hp gue kebanting gara-gara kak Taeyong mendadak telfon gue disaat gue lagi perang batin. 

"Ha-lo?"

"Aku udah pulang, jadi makan malam diluar kan?"

"Ja-jadi,"

"Kamu kenapa?" tanyanya, sadar suara gue yang gugup.

"Kak, maaf banget! Maaf banget ya,"

"Kenapa sih? Kamu gapapa? Kamu dimana?" tanyanya, aduh salah gue bikin kak Taeyong khawatir.

"Itu-- masalahnya-- boleh minta tolong kan? Janji sekali ini doang!"

"Kenapa? Ada apa?"

"A-aku datang bulan, tapi--gak bawa apa-apa,"

"He-em, terus?"

Haduh masa harus gue jelasin sih?!

"Itu-nya kak, aduh .. tolong beliin pembalut," suara gue melirih, gue menggigit bibir menahan malu. Astaga setelah ini gue taruh muka gue dimanaaa.

Gak ada respon dari kak Taeyong, gue disini, di dalam kamar mandi, rasanya pengen mencak-mencak kesel tapi gabisa.

"Kaak?"

"I-iya. Tunggu,"

Setelah itu, telfonnya mati.

Gue pengen nangis di pojokan aja sekarang.

●●●


Setelah gue nunggu lumayan lama di kamar mandi, handphone gue kembali berbunyi. Kak Taeyong nelfon gue lagi.

"Kamu dimana?"

"Aku di kamar mandi, kak. Tolong taruh pintu aja nanti aku ambil,"

"Udah,"

Setelah itu, gue denger pintu diketuk dua kali. "Tinggalin di pintu aja kak!" teriak gue, selanjutnya mematikan telfon dari kak Taeyong.

Merasa udah sepi, gue ngebuka pintu dikit dan langsung ambil sekantung plastik yang berisi banyak banget pembalut dari berbagai panjang dan merk. Astaga gue lupa bilang panjang sama merknya yang apa.

Kelar ganti, gue menghela napas lega dan langsung keluar kamar mandi.

Kak Taeyong langsung menatap gue horor di sofa depan TV.

"Lain kali dicatet biar gak lupa," katanya.

"Maaf, bulan ini aku gak teratur makannya aku gak siapin dari kemarin-kemarin," jawab gue.

Kak Taeyong menghela napas, "kamu tahu aku dilihatin terus sama orang-orang disana? Kasirnya aja ngelihatin aku mulu," katanya, curhat sambil ngelirikin gue.

Gue mendekat kearah kak Taeyong, duduk di sampingnya dan mencium pipinya sekilas, "maaf ya, kak. Makasih,"

ADUH

Gue ngapain?!

Kak Taeyong membuang muka dengan ekspresi kesalnya, "kurang,"

"Hah?"

"Disini," dia nunjuk bibirnya. Ini nih definisi dikasih hati minta jantung.

"Nggak mau," jawab gue, kak Taeyong membulatkan matanya, "yaudah terserah!"

Nikah Muda [LTY] ✔ SUDAH DITERBITKANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang