7

3.5K 246 17
                                        

Malam yang damai di Pondok pesantren, angin malam bertiup sepoi, bagaikan tidak ingin mengusik para Santriwati yang sedang melaksanakan Sholat isya di musholla.

Ini malam yang damai amat damai.

Tapi entah kenapa Aisyah merasa agak aneh, seperti ada awan mendung yang menggantung dan meliputi di sekitarnya. Ini rasa yang agak familiar.

Rasa was-was yang sering kali dirasakan. Saat akhirnya nanti akan ada kejadian buruk yang menimpa nya.

Tapi tidak, Aisyah tidak ingin berfikir buruk dulu. Bisa jadi ini faktor lain. Aisyah yakin Allah akan selalu menjaganya.

Tapi setelah beberapa lama kegiatan Tahfiz dan sholat isya selesai Aisyah mulai kebingungan karena tidak melihat Hani yang biasanya akan standby di sampingnya. Menjahili misalnya.

Ketika sholat magrib tadi Aisyah baru saja teringat, dia ternyata juga tidak melihat Hani.

Padahal sebelum pergi musholla tadi Aisyah yakin sekali, tidak ada seorangpun di ruangan bahkan kamar adik-adik.

Perasaan bagai awan mendung itu semakin pekat.

'Hani..aina anti..?'

Akhirnya karena tidak ingin berfikiran macam-macam, Aisyah memutuskan untuk segera berdiri dan melakukan sholat sunah.

Itu jauh lebih baik pikirnya. Na'am.

______________________

Setelah sholat, Aisyah bersyukur, perasaan dan pikiran buruk yang meliputi dia seketika hilang seperti menguap begitu saja.

Tapi tiba-tiba begitu Aisyah berdiri, ia terkejut, ada sesuatu yang menarik-narik jilbabnya.

"Hai kak Ais..hehehehe dah selesai kan?.."

Itu Acha. Dia seakan seperti ratu yang selalu di kawal, Dimana ada Acha pasti akan selalu terlihat ada Zora dan Tina. Dua gadis unik yang tidak banyak bicara.

"Oh udah Alhamdulillah..hehe limadza?" Tanya Aisyah masih berusaha menebak-nebak ada perlu apa Adik kelasnya ini menemuinya.

"Ngk kak pengen nyapa aja, sekalian ingetin nanti kita ada kumpul ba'da muzakaroh..,"

"Oiya hampir lupa hehe Syukron udah ingetin kakak..," ucap Aisyah tulus.

Acha dan dua temanya terkekeh pelan. Lalu lanjut berjalan menjauhi posisi Aisyah sambil melambai.

Aisyah kembali sendiri dia tiba-tiba teringat pada Hani dan dia ingin segera ke ruang kamar Tahfiz, mana tahu Hani sudah ada di sana. Atau setidaknya dia bisa bertanya dengan orang-orang mengenai Hani.

"Yaa ayyuhal akhwat ista'didna Li muzakaroh.. ista'didna Li muzakaroh.. waktu lakum..nisfus sa'ah ..,"

Itu pengumuman untuk bersiap muzakaroh.
Para akhwat masih punya waktu setengah jam untuk bersiap dan makan malam.

Dan Aisyah dia merasa punya waktu cukup untuk mencari Hani. Dimana keberadaan sahabatnya itu sekarang?

Ghost in PesantrenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang