Aisyah kebingungan, tidak biasanya Ummi tampak cemas dan gelisah seperti itu, berkali-kali seperti mencoba menghubungi seseorang melalui telepon genggamnya, apa telah terjadi sesuatu?
"Ummi? Ada apa?" Tanya Aisyah akhirnya, dia tidak bisa menahan rasa penasaran ketika melihat ibunya gelisah seperti itu.
"Ada yang mengirim pesan, atas nama Abi, tapi nomor telponnya bukan nomor Abi, dan Ummi sudah hafal, Abi lebih suka menelpon langsung dari pada mengirim pesan"
"Berarti itu dua kemungkinan,"
Aisyah dan Ummi nya terkejut, tiba-tiba Habibah datang, kapan dia membuka pintu pikir keduanya.
"Pertama, itu penipu dan yang ke dua, itu memang ustadz tetapi keadaan yang akhirnya membuat dia harus mengirim pesan dengan nomor tidak dikenal, dengan kata lain ini, darurat"
"Habibah?" Sahut Aisyah kemudian.
"Hehe Assalamu'alaikum, maaf tadi sempat mendengar pembicaraan Ummi dan Aisyah,"
"Waalaikumussalam,Ini benar-benar di luar dugaan Habibah, kami bahkan tidak tahu kamu sudah di dalam ruangan," timpal Ummi sambil tersenyum.
"Ummi dan Aisyah terlalu tegang hingga tidak bisa membaca keadaan sekitar, tapi Ummi tidak usah khawatir biar aku saja yang ke parkiran, jadi jika itu hanya jebakan untuk Ummi, maka rencana mereka sudah kita gagal kan dengan sukses,"
"Tapi Habibah, itu berbahaya nak, biar kan Ummi menghubungi Abi Aisyah terlebih dahulu, kita harus memastikan keadaan ini, tapi sedari tadi Abi belum mengangkat telponnya"
"Ana jadi merasa sangat cemas," gumam Aisyah sambil menatap langit biru yang terhampar luas melalui jendela kamar inapnya.
Masih teringat perkataan jin yang berada di dalam tubuhnya, jika memang benar semua dukun dan orang jahat sedang mengincar jin di dalam tubuh nya, maka dia dan semua orang yang berada di sekitarnya akan dalam bahaya.
Dan Aisyah tidak ingin siapapun celaka karena dirinya.
_________________
"Ayo Kal pulang, afwan ya ente jadi nunggu lama,"
"La ba'sa," Balas Haikal dengan wajah gugup namun ekspresinya amat tipis hingga tidak terbaca oleh Fahri.
Fahri seperti biasa mengenakkan sendal jepit yang sudah usang itu dengan membaca bismillah, dan dimulai dari kaki sebelah kanan, sementara Haikal di sampingnya memerhatikan sambil menunggu reaksi, namun tidak terjadi apa-apa.
"Sudah ku duga, Diel mantera mu tidak mempan, batal kan misi," lapor Haikal segera sambil tersenyum lega.
"Kenapa ente Kal? Senyam-senyum?"
Haikal dengan sedikit malu menjelaskan bahwa dia tidak apa-apa hanya teringat kejadian lucu sahutnya asal, dan Fahri hanya bisa memaklumi sambil terheran-heran.
"Fahri, kamu memang bukan orang yang mudah di taklukkan oleh sihir kalengan Diel,"
Di sisi lain..
Diel terkejut, Fahri tidak mempan? Benar-benar orang yang tidak bisa di remehkan, dia sedikit kesal tapi dengan segera dia memikirkan cara untuk penyerangan selanjutnya, permainan akan segera di mulai lagi.
"Batal kan Ayah, Fahri masih tidak bisa di amankan," Sahut Diel segera menginformasikan kepada Ayahnya yang sedikit lagi bisa menjerat Abi dan Ummi Aisyah.
"Sial"
________________
"Baik lah, Ummi akan akan pergi ke parkiran,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost in Pesantren
HorrorAisyah, gadis yang pemalu dan selalu kikuk ketika berbicara dengan orang-orang di sekitar nya. Tapi ada sesuatu yang sangat mengerikan di dalam diri nya. Riza, sahabat kece dan percaya diri Aisyah. Fahri, teman masa kecil Aisyah, laki-laki pintar, s...
