Sudah semakin sore, Aisyah dan Habibah duduk di teras mushollah, menunggu yang lain datang, ustadzah juga sedari tadi duduk di depan gerbang.
Sudah 2 jam sejak Aisyah datang.
Namun santri yang lain masih tidak terlihat.
Kemana semua Santri?
Aisyah memeluk erat mukenah yang sudah dari tadi di bawa untuk persiapan sholat magrib, dia mulai cemas, bagaimana kalau semua orang memang sudah tidak ingin datang ke pondok lagi?
Habibah hanya bisa terdiam memandang gerbang dengan wajah sedih.
Ustadzah juga sudah terlihat kehilangan semangat nya.
Angin semilir pun menjadi pelengkap suasana sunyi di pondok sore itu.
Apa pondok ini akan segera di tutup?
_______________________
"Ilham..,"
"Emak,"
Suasana jadi sedikit terasa aneh, Fahri, Haikal serta Ustadz dan Ummi nya Aisyah ikut terhanyut suasana percakapan ibu dan anak di hadapan mereka.
"Emak sudah memutuskan,"
Ilham menunggu dengan wajah pucat kalimat dari Emak berikutnya.
"Kamu boleh mondok lagi, tapi----"
"Yey! Alhamdulillah makasih Mak ya! Mak memang yang terbaik dah! Makasih Mak!"
Sebelum Emak melanjutkan perkataan nya Ilham sudah terlebih dahulu menghambur memeluk nya. Emak jadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, lalu ikut tertawa bersama Ilham.
Yang lain pun demikian. Dengan begitu masalah selesai, tak lama setelah percakapan antar ibu dan anak itu usai, Emak Ilham permisi untuk segera pulang.
"Selamat Sob!" Sahut Fahri sambil menepuk bahu Ilham dengan semangat. Akhirnya mereka bisa berkumpul lagi.
"We Alhamdulillah Rik Ahahaha Emak ane emang terbaik!"
Fahri ikut tertawa bersama Ilham yang masih senang bukan main dengan keputusan yang dibuat Emaknya.
Ilham tiba-tiba menghentikan tawanya lalu buru-buru mengucapkan terimakasih pada Ustadz Sufyan yang telah meluluhkan hati Emak nya agar memperbolehkan nya tetap di pondok. Itu tadi benar-benar percakapan antar orang dewasa yang begitu rumit menurut Ilham sehingga dia tidak begitu faham.
Tetapi yang paling penting, Emak tidak lagi memaksa nya pulang.
________________________
Setelah sedikit meninjau perbaikan dan memantau pekerjaan para ustadz dalam penyelidikan bersama pihak Polisi Ustadz Sufyan pamit untuk berkunjung dan melihat kondisi di area Akhwat, sekaligus berpamitan dengan Aisyah.
_______________
"Abi tidak Sholat di sini saja?" Tanya Aisyah begitu bertemu dengan Abi dan Ummi nya yang mengatakan akan segera pulang.
"Tidak nak, Abi ada jadwal mengisi ceramah di mesjid dekat rumah, jadi kami harus segera pulang,"
Aisyah mengangguk tanda mengerti. Dia juga bukan anak kecil lagi. Dia tidak akan bersedih di tinggal di pondok.
"Abi, Pondok ini akan baik-baik aja kan?" Tanya Aisyah lagi.
Abi dan Ummi tersenyum. Lalu mengangguk.
"Berdoa saja Aisyah, Allah suka melihat kita berdoa pada nya, semoga semua akan kembali seperti sedia kala, sekarang Abi dan Ummi harus pulang dulu,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost in Pesantren
HororAisyah, gadis yang pemalu dan selalu kikuk ketika berbicara dengan orang-orang di sekitar nya. Tapi ada sesuatu yang sangat mengerikan di dalam diri nya. Riza, sahabat kece dan percaya diri Aisyah. Fahri, teman masa kecil Aisyah, laki-laki pintar, s...
