Kita sedang diserang...
Angin berhembus perlahan memenuhi ruang markas utama yang dibiar kan terbuka dengan sengaja. Rapat kecil dalam misi menemukan Aisyah dimulai.
Sudah tiga hari Aisyah dan Hani menghilang sejak hari amukan besar di asrama adik tingkat mereka sendiri, dan selama itu pula Ummi dan Abi nya Aisyah tidak dapat dihubungi. Sedangkan Ustadz dan ustadzah hanya bisa melaporkan hal ini pada polisi dan ustadz Ruqyah dari luar yang dapat di percaya.
Para santri yang panik diminta tenang, jika keadaan bertambah buruk pihak pondok berjanji akan mempulangkan mereka dalam waktu dekat. Sambil berdoa dan berusaha.
Dan pihak organisasi rahasia pembasmi jin jahat masih tetap waspada dan menjalan kan misi mereka masing-masing, yang telah di berikan ketua kelompok.
Anggota pembasmi jin akhwat masih sibuk menggali informasi dan menemukan cara untuk membawa Aisyah dan Hani kembali dengan bantuan ustadzah pembimbing organisasi mereka menjalankan tugas berharap mendapatkan hasil dari semua ini, sedangkan dari pihak ikhwan di tugaskan ustadz pembimbing organisasi untuk selalu patroli disekitar pondok dan laporkan jika ada sesuatu yang aneh atau ada kejadian kesurupan lagi.
Siapapun itu.
Disisi lain rapat kecil yang diketuai Fahri ini tidak ada pihak lain yang tahu selain mereka-mereka yang ada disana saat ini, Fahri harus waspada karena ada penyusup di organisasi jadi untuk pencarian dukun dari luar lebih baik tidak banyak dari orang organisasi yang tahu.
Karena yang menyusup adalah pembantu dari dukun.
Dan peristiwa aneh yang dialami semua orang yang melakukan perjalanan menuju markas cukup menunjukkan betapa mereka sekarang sedang diserang, dan sesorang pasti sedang memperhatikan gerak-gerik mereka.
Jadi seperti nya keputusan Fahri membawa teman-temannya rapat di markas utama adalah pilihan yang benar.
Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal, kira-kira siapa penyusup didalam organisasi? Bagiamana kalau seseorang yang ikut rapat dengan Fahri di markas utama adalah salah satu nya?
Apakah Ilham ikhwan luwes yang paling kuat dan pemberani? Atau Zaki Ikhwan yang pintar dan banyak pengetahuan?
Bisa saja dari akhwat, mungkin Habibah? Akhwat pemberani yang berfikiran luas atau Acha? Si manis ceria yang mudah bergaul dan menyesuaikan diri dimana saja atau bisa saja si pemalu Zora dan si pengantuk Tina?
Fahri memijat dahinya secara tidak sadar.
Dan lagi, kenapa apa alasan dukun ingin memporak-porandakan pondok mereka? Sampai mengirimkan penyusup di dalamnya.
Apa yang sebenarnya sedang terjadi di pondok ini?
Begitu banyak pertanyaan.
_______________________
"Jadi kalian mengerti rencana kita?..," tanya Fahri setelah selesai menyimpulkan semua pertimbangan yang telah di diskusikan mereka baru saja.
"Mengerti!..," sahut yang lain hampir bersamaan.
"Coba Acha jelaskan apa tugas dari akhwat, aku ingin dengar dengan bahasa anti..," tanya Fahri ingin memastikan pemahaman Acha dan menambah pemahaman yang lain.
Acha menoleh sedikit terkejut, dilihatnya yang lain menunggu penjelasan. "Baik akhi, jadi kami para akhwat bertugas sebagai pengikut saja tidak boleh berkeliaran sendiri tanpa ada akhwat lain ataupun ikhwan yang mendampingi, tidak boleh terlibat perkelahian, dan kami hanya boleh membantu apabila Aisyah dan Hani di temukan..,"
Fahri mengangguk lalu melirik sebentar ke arah Habibah yang tadinya sangat menentang keputusan akhir dari pengambilan tugas untuk akhwat yang ditetapkan Fahri tapi dia tidak dapat membantah akhirnya hanya diam tidak mau menambah masalah, lalu setelah terdiam beberapa saat Fahri akhirnya menunjuk Ilham
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost in Pesantren
HororAisyah, gadis yang pemalu dan selalu kikuk ketika berbicara dengan orang-orang di sekitar nya. Tapi ada sesuatu yang sangat mengerikan di dalam diri nya. Riza, sahabat kece dan percaya diri Aisyah. Fahri, teman masa kecil Aisyah, laki-laki pintar, s...
