2

6.5K 343 22
                                        

Tentang awan, semua yang dibumi mau bagaimana pun pasti akan tetap berkaitan, bahkan awan yang berserakan di langit pun bisa kita kait kan dengan apapun yang kita mau.

Kemana pun awan dihembus angin, langit akan menerima, apalagi jiwa yang tenang yang dipanggil sang pencipta untuk kembali.

Kepada Nya.

____

Adzan Zhuhur berkumandang, mengaung sempurna di langit-langit Pesantren Nabawiyah.

Pikiran Aisyah masih menggantung ke sosok gadis yang membuka pintu untuk nya tadi, tapi kali ini dia sudah merasa agak biasa dan tidak terlalu takut, hanya tak habis fikir.

"Ukhty Ai.. ayuh teh..ke musholla..adik-adik udah berangkat semua deh kayaknya..," panggil Hani kepada Aisyah yang masih asyik menyusun barangnya.

Aisyah terkejut, dia sedikit melamun. Tapi buru-buru dia menyesuaikan diri nya untuk menanggapi ajakan Hani.

"Oh iya ya? Aduh..aku nggak sempat liat adik-adik dulu tadi.. um Hani udah kenalan ya Ama mereka?..," tanya Aisyah sembari berdiri dan bersiap-siap mengambil peralatan sholat.

"Udah sih tapi nggak semua hehe.. mereka banyak yang pendiam.. nggak asyik..ah..," timpal Hani sambil cengengesan.

Aisyah terdiam. Dia sedikit tersinggung.

"Jadi.. aku nggak asyik ni..," tanya Aisyah tawa Hani langsung terhenti, berubah jadi muka nggak nyaman.

"Eh ahaha.. nggak gitu..kalau sama Aisyah mah.. asyik-asyik aja.. Aisyah kan baik dan gemar menabung hahaha..," jawab Hani tawanya semakin besar.

Sebenarnya lelucon Hani tidak lucu bagi Aisyah tapi, melihat wajah Hani yang berusaha menghibur nya Aisyah jadi ingin mengerjai nya.

"Apa hubungannya coba? Haha Hani-Hani..maaf ya kalau aku nggak asyik..," jawab Aisyah pura-pura merajuk. Dan hei, baru bertemu sebentar, Hani sudah bisa mencairkan kekakuan Aisyah dengan sikapnya. Seperti nya Aisyah menemukan teman yang cocok setelah Riza.

"Aduh maaf Syah.. nggak gitu maksudnya..aduhh..," Hani semakin nggak enak hati. Tapi mereka berdua sama-sama tahu, ini cuma candaan belaka.

"Ya udah deh ayo berangkat..keburu iqomah nanti..," jawab Aisyah sambil tetap mempertahankan muka sok merajuknya.

"Aisyah.. Aisyah..aduh ukthty Ai.. jangan marah lah..baru aja ketemu..,"

Akhirnya perjalanan menuju musholla jadi ajang pengakrabkan bagi mereka berdua. Dan hei, pikiran Aisyah akhirnya teralihkan dari sosok gadis yang membuka pintu itu.

Dan.

Ketika di mushollah, Aisyah dan Hani menjadi keheranan, karena banyak akhwat yang meribut dan berkumpul di jendela tepi musholla, melihat ke arah asrama Khodijah yang kebetulan dekat dengan mushollah.

"Kenapa tu Syah?..," tanya Hani.

"Nggak tahu Han..liat yuk itu asrama Khodijah kan?..,"

"Yuk Syah..kayaknya ada yang berantem..,"

'Itu asrama barunya Riza kan? kenapa..,' gumam Aisyah didalam fikirannya.

Ghost in PesantrenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang