Author Pov
Thomas berdiri menatap kerlap-kerlip kota Loor yang terlihat indah di malam hari, menara Neydish berdiri menjulang terlihat mencolok indah di antara bangunan lainnya, beberapa ratus meter di samping menara itu terdapat gedung mewah milik Julian anaknya.
Gedung itu berlantai tujuh puluh, pusat dari semua pergerakan usaha yang Julian kendalikan lebih dari sepuluh tahun.
"Apakah kau sudah mengatakannya?" Ema berjalan tertatih-tatih dengan tongkatnya.
Thomas menarik nafasnya dalam-dalam, lalu berkata "Aku tidak bisa mengatur Julian lagi, dia sudah tidak mau mendengarkan apa kataku"
"Lepaskan Rebeca, maka Julian akan mendengarkanmu"
"Aku mencintai Rebeca"
"Julian harus menikah sebelum usianya tiga puluh tahun. Julian lebih berharga daripada wanita tidak jelas itu"
"Bu, aku mohon" lirih Thomas putus asa, "Julian tidak ingin menjadi presiden. Dia sudah cukup berkuasa di negeri ini, biarkan dia menikmati masa mudanya"
"Kalau begitu percepat pernikahannya dengan Yu" ucap Ema dengan nada menajam. "Katakan semuanya pada Zicola"
Raut kebingungan di wajah Thomas semakin bertambah, "Aku butuh waktu"
"Aku sudah hampir mau mati Thomas. Dan sebelum aku mati, aku harus melihat darah Franklin dan Giedon bersatu untuk meneruskan tahtaku."
Thomas langsung membungkam, dia melangkah pergi menuju pintu keluar meninggalkan Ema sebelum wanita tua itu semakin mendesaknya.
***
Zicola duduk termenung dalam temaram lampu kemerahan, jari-jarinya bergerak di atas tuts piano, namun matanya sejak tadi tidak pernah melepaskan pandangannya dari rumah kekasihnya.
"Sedang apa kau disana?" Yura bersandar di dinding, gadis itu menatap heran kakaknya.
Zicola tersenyum kaku dengan kepala menggeleng, "Tidak ada. Kemarilah" ajaknya seraya menepuk bangku kosong di sebelahnya.
Yura hanya mendekat dan berdiri di sampingnya.
"Kenapa kamu bangun?" Tanya Zicola penuh perhatian.
"Suara pianomu"
"Baiklah. Aku tidak akan bermain lagi, tidurlah. Atau mau aku temani?" Tawarnya masih dengan suara lembut dan merendah.
Yura menggeleng, di peluknya bahu pria itu dan berbisik, "Jadi, katakan padaku, mengapa kau membiarkan kekasihmu pergi?"
"Urusannya bukan urusanku"
"Tapi kau memikirkannya" tekan Yura yang berhasil membuat bahu Zicola menegang. "Aku tahu kamu mencintainya"
Sebuah mobil hitam perlahan menepi dan berhenti di depan rumah Jane. Seorang pria melompat keluar mobil dan mempersilahkan Jane keluar, mereka terlihat sedang terlibat perbincangan kecil sebelum akhirnya pria itu mencium Jane.
"Tidak Yu. Kau salah, tidak ada kata cinta dalam hidupku" tekan Zicola terdengar dingin.
Yura mengeratkan pelukannya seketika, "Itu artinya kau tidak mencintaiku juga"
"Aku mencintaimu Yu" tawa Zicola memecahkan ketegangan di wajahnya, "Aku mencitaimu. Aku peduli padamu" tekannya lagi dengan serius.
Seulas senyuman menghiasi bibir Yura, "Apakah besok kita bisa berlibur untuk merayakan kelulusanmu?"
Zicola langsung mengangguk mengiakan, matanya berbinar-binar seperti anak kecil yang bahagia.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY RICH MAN 18+ (END)
RandomSemua orang selalu menganggapnya pria gila. Julian Giedon, pria yang pandai menghasilkan uang dengan kegilaannya yang menjadikannya salah satu pria terkaya di dunia. Julian suka pesta dan kebebas dalam hidup dan berpikir, dia adalah bad boy terfavo...
