7. diam-diam

23.9K 839 41
                                        

Kebun bunga mawar membentang sepanjang tepi danau, perahu-perahu kecil menyebrang membawa berkah bunga-bunga yang di petik.

Budaya Neydish masih berjalan tidak luntur sedikitpun, setiap di hari libur semua orang membeli bunga dan menyimpannya di depan pintu sebagai simbol kebahagiaan dan kekuatan yang terbalut di balik keindahan.

Yura duduk di bangku kecil menunggu Julian yang berbicara dengan seorang pemilik kuda.

Tidak berapa lama pria itu datang tiga ekor kuda yang di tuntunnya.

"Kau yakin bisa naik kuda?" Tanya Julian ragu, melihat fisik Yura yang mungil dan nyaris seperti anak di bawah umur membuat Julian sangat ragu.

"Kita lihat saja nanti" tekan Yura mulai emosi.

Julian terkekeh geli melihat ekspresi yang baru di lihatnya, biasanya Yura selalu menampakan ekspresi datar dang kosong.

"Mengapa kau marah padaku?."

Yura langsung menatap tajam, pertanyaan polos Julian telah membuatnya semakin marah.

"Kau telah menciumku!, sialan. Jaga sikapmu, mengapa kau mesum sekali" omel Yura dengan kasar.

"Itu hanya ciuman" Julian langsung tertunduk takut, ekspresinya seperti anak kecil yang ketahuan telah melanggar aturan.

"Jaga jarak denganku. Dan berhenti bersikap tidak sopan. Kau pria tua mesum"

Julian hanya mengangguk tanpa protes.

Belum sempat Yura menaiki kuda putih pilihannya, kuda tersebut langsung membungkuk seperti mengerti apa yang harus dia lakukan kepada gadis itu.

Mulut Julian sempat menganga tidak percaya, namun apa yang di lihatnya memanglah nyata. Bahkan kenyataan itu semakin di pertegas ketika Yura berbicara pada satu kudanya lagi untuk mengikuti mereka.

Langkah kaki kuda bergerak lambat dan santai, sesekali Julian mencuri pandangan pada Yura yang berada di sampingnya.

Yura sangat berbeda baginya, banyak wanita cantik dan pintar yang sudah Julian temukan.

Namun gadis itu berbeda, dia apa adanya. Yura tidak tertarik pada Julian. Sikapnya juga cukup buruk, akan tetapi perlakuan buruknya justru membuat Julian senang dan terkesan.

"Sejak kapan kau bisa bisa berbicara pada hewan?" Julian membuka pembicaraan lagi setelah memastikan Yura tidak akan mengomelinya lagi.

"Aku tidak mengingatnya."

"Aku juga memiliki sahabat di Hong Kong. Kami bekerjasama membudi dayakan menanam ganja disini"

Wajah Yura memucat dengan bibir yang terbuka tidak dapat menutupi rasa terkejutnya. "A.. apa katamu?, itu ilegal!."

Julian tertawa seketika, "Aku menanam dua hektar ganja disini. Itu semua untuk pengobatan dan perang. Beberapa pengidap kanker terkadang memakainya"

"Karena itu kau menjadi kaya?"

"Aku tidak kaya. Tapi uangku terlalu banyak" jawab Julian di antara kerendahan hati dan kesombongannya yang menggunung.

Langkah kuda Julian terhenti, perhatiannya tertuju pada Zicola dan Jane di depannya.

"Ikuti rencanaku"

***

Julian Pov

Setelah beberapa alasan untuk menggiring Yu pergi bersamaku, akhirnya kami pergi berdua setelah pergi meninggalkan Zicola dan Jane di hutan.

Aku senang melihat keinginan Yu agar Zicola dan Jane bersama, aku sendiri cukup tahu seberapa besar dan tulusnya Jane kepada Zicola. Dia pria beruntung, namun belum menyadarinya.

CRAZY RICH MAN 18+ (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang