Jangan lupa vote dan komentarnya
Selamat membaca..
***
"Berjanjilah padaku, kau tidak akan mencintai Julian."
"Nat" suara Yura menghilang, ada kekecewaan di hati Yura dengan kecurigaan Nately terhadap dirinya. Ketakutan di mata Yura berubah dingin dengan serigai jahatnya. "Sejujurnya aku tidak butuh teman wanita. Kebanyakan, mereka semua adalah racun. Sebaiknya kita tidak perlu berteman lagi."
"Kurang ajar!" Geram Nately terhina, "Jangan pernah berharap kau bisa hidup bebas disini. Kau orang baru, dan aku bersumpah tidak membuat hidupmu tenang jika menentang permintaanku." Ancam Nately dengan tatapan mematikam, perlawanan Yura sudah membangunkan sisi liar diri Nately.
"Semua wanita disini dekat dengan Julian. Tidak sepantasnya kau hanya memperingatkan aku!."
Nately langsung tertawa penuh cemo'ohan, dalam hitungan detik tawanya terhenti. Nately mencengkram bahu Yura, menanamkan kuku-kuku jarinya yang panjang sampai Yura meringis kesakitan mendapatkan goresan.
"Justru kau yang harus aku peringatkan. Mengingat, bagaimana jalangnya ibumu yang bisa menikahi dua pria. Tidak ada yang tidak mungkin, jika sifat jalangnya turun padamu juga" ejek Nately dengan jelas.
Setetes air mata lolos membasahi pipinya, hatinya terasa sakit teremas mendengar bagaimana Nately bisa berfikir picik, membandingkan dirinya dengan ibunya yang paling dia benci di dunia ini.
Nately tidak pernah tahu, bagaimana Yura begitu membenci figur orang tuanya yang di penuhi drama perselingkuhan dan saling membunuh. Figur orang tua angkat yang sering memukul dan memakinya.
Hidupnya sudah hancur dengan lukisan kerumitan suatu hubungan keluarganya. Cukup Yura yang tahu seberapa sakitnya merasakan drama kehancuran keluarga.
Yura benci semuanya..
Yura benci mendengar orang asing berkomentar mengenai kehidupannya.
Dengan penuh keberanian, Yura menepis tangan Nately dan mendorongnya untuk menjauh.
Yura memilih pergi dan berhenti membuang waktunya untuk menambah pertengkaran yang omong kosong.
***
Julian Pov
Malam sialan ini tidak berpihak pada kebahagianku, aku benci di ganggu. Tubuhku terasa gatal karena sentuhan jalang sialan itu.
Dan, kemana Nately membawa Yu?
Sejak hari pertama aku kencan, aku sudah memutuskan Yu hanya untukku saja. Tidak ada yang boleh mengganggu waktu kami berdua.
Aku ingin melihat semua yang ada pada diri Yu, apa yang membuatnya tersenyum, apa yang membuatnya menangis, apa yang yang dia sukai dan apa yang dia benci, apa yang dia ketahui dengan otak cerdasnya dan apa yang tidak dia ketahui.
Aku ingin masuk kedalam dunianya, menghentikan semua rasa ketertarikanku. Jika semuanya telah aku ketahui, maka tidak ada rasa penasaran lagi. Dan rasa tertarikku akan hilang.
"Juls, hay" Lisa tersenyum lebar, kaki jenjangnya melangkah lebar mendekatiku.
"Hay" aku tersenyum singkat, membuka kedua tanganku menyambut pelukannya.
"Lama tidak bertemu" senyumannya semakin lebar, membuatku terfokus pada lipstick berwarna matenya yang memberi kesan seksi.
Aku lebih suka warna lipstik Yu, merah muda yang segar. Aku juga suka kulit dan tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY RICH MAN 18+ (END)
RastgeleSemua orang selalu menganggapnya pria gila. Julian Giedon, pria yang pandai menghasilkan uang dengan kegilaannya yang menjadikannya salah satu pria terkaya di dunia. Julian suka pesta dan kebebas dalam hidup dan berpikir, dia adalah bad boy terfavo...
