BAB 31 : MENGUNGKAP

9.4K 486 54
                                        

Jangan lupa vote dan komentarnya

Terimakasih

***

"Yu sayang. Apakah pakaianku bagus?" Elma berputar seperti anak kecil menunjukan gaun merah yang di pakaianya, tubuhnya yang dulu kurus kering dengan cekungan dalam di wajah cantiknya kini berubah. Elma mulai menjadi lebih baik dan perlahan tidak terlalu bergantung pada obat.

"Anda sangat cantik nyonya" Yura tersenyum lebar, menopang dagunya melihat bagaimana antusiasnya Elma yang terus-terusan melihat ke luar jendela menunggu kedatangan Julian yang sudah memberitahukan jika hari ini dia datang dan berencana akan membawa Elma ke Venesia.

"Apakah dia akan baik-baik saja?" Tanya Yura pada Adrian.

"Tenanglah." Jawab Andrian mengusap rambut Yura dengan senyuman menenangkannya. "Aku sudah bicara dengan Julian. Aku merasa jika sarannya ada benarnya juga, kami tinggal di Venesia agar Elma tidak terus terbayang-bayang Ray jika terus disini."

Yura tersenyum memaksakan, ia melihat ke atas tangga melalui ekor matanya. Sudah satu bulan dia tinggal disana, rasanya sangat begitu berjalan cepat karena terlalu banyak berfikir dengan tujuan hidupnya ke depan.

"Yu" Andrian menyentuh tangan Yura, "Aku pergi ke berbagai Negara. Dan aku melihat wajahmu di berbagai media bersanding dengan Julian. Siapa sebenarnya Julian? Dia terlihat seperti orang yang sangat penting."

Yura menelan salivanya tampak gugup, dia sudah melihat berita yang menyebar atas pengumuman sepihak yang di lakukan Julian atas hubungannya dengan Yura. Yura sudah tahu, lambat laun ini semua akan terjadi, dan Yura sadar jika dia tidak akan bisa lari apalagi keluar seenaknya seperti biasanya lagi.

Namun setidaknya Ema Giedon masih menahan diri untuk tidak mengumumkan apapun selain hubungan resmi Julian dan Yura. Tidak ada pengumuman pertunangan maupun pernikahan, setidaknya Yura masih bisa bernafas lega.

"Dia, putera dari Puteri Emilia Giedon. Cucu pertama Ema Giedon, Ratu ke Sembilan Neydish." Jawab Yura dengan gemetar, wajah Adrian memucat seketika, "Sebenarnya aku puteri Alexander Franklin. Seorang penasihat kerajaan era Duncan ke sepuluh."

Genggaman tangan Adrian terlepas seketika, banyak kekhawatiran yang tersirat di ekspresinya. Andrian langsung beranjak dan melangkah mundar-mandir nampak gelisah.

"Anda kenapa paman?" Tanya Yura kebingungan.

"Raymen sudah pulang!" Teriakan Elma mengalihkan keduanya, Elma berlari keluar dengan penuh keceriaan. Namun Yura tetap melihat Andrian yang semakin panik.

"Paman, apa yang terjadi?" Tanya Yura sekali lagi.

"Ya tuhan. Ini seperti mimpi" ungkap Andrian semakin menambah rasa penasaran Yura. "Ada yang perlu kau ketahui."

"Kenapa kalian diam saja disana!" Teriak Elma membentak di depan pintu.

Yura menarik nafasnya dalam-dalam, melihat Julian yang berdiri disana. Entah kenapa dia merasa lega saat melihat tampang menyebalkan itu, Yura merasakan sesuatu yang kosong di dalam dirinya kini terpenuhi lagi. Selama Julian pergi, dia selalu menelpon Yura dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal hingga sangat mengganggunya setiap hari.

Dan kini, pria menyebalkan itu berada di hadapannya. Tersenyum nakal seperti biasanya dengan segala karismanya yang menipu.

"Kau sudah makan?, butuh istirahat?. Ibu akan masak, tidurlah. Nanti ibu akan memanggilmu jika masakannya sudah matang." Kata Elma beruntun, Julian mengangguk patuh membuat Elma segera pergi ke dapur.

CRAZY RICH MAN 18+ (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang