5. sepakat

29.1K 873 54
                                        


***

Julian Pov

"Jaga Yu. Aku akan menemui Jane dulu." Kata Zicola sebelum dia pergi dengan cepat, dia memberikan peluang bagiku untuk berbicara dengan Yu.

Aku harus memperbaiki komunikasi kami terlebih dahulu selagi Zicola pergi.

"Aku minta dengan kejadian tadi pagi" ucapku penuh penyesalan dan rasa malu. Sejujurnya aku tidak terlalu menyesal, tapi rasa maluku yang telah menggunung.

Aku benar-benar malu, Yu menolakku dan aku tidak tahu jika dia adik dari kakak angkatku.

"Apa?."

Dia ingin aku mengakui kesalahanku dengan jelas. Tapi tidak ada salahnya aku melakukannya, aku telah melukai harga diri seorang wanita.

Itu salah

Dengan satu tarikan nafas aku berkata. "Aku minta maaf telah menawarkan uang padamu, aku salah. Dan aku harap kau tidak mengatakannya pada Zicola dan memaafkan kesalahanku."

Kali ini tatapan tajam dari mata indah itu melunak, bibir mungilnya di tekan keras. "Kau selalu melakukannya pada setiap wanita?"

Apa? Tidak! Ini untuk yang pertama kalinya karena dia menolakku.

Dan aku tidak tahu caranya mengejar wanita selain dengan wajah dan uangku.

"Tidak pernah" aku mengakuinya.

"Aku tidak akan mengatakannya pada kakakku. Mau tidak mau, sekarang kau kakakku juga."

Kakak?, aku kecewa dengan ucapannya.

Memang seharusnya aku mundur, jika aku menyentuh Yura, Zicola tidak bisa akan mengampuniku.

"Apakah kau mau bermain piano?" Zicola kembali datang, tanpa Jane.

Aku mengintip Yu di balik bulu mataku, pandangan kami kembali terkunci. Dia menatapku cukup lama, lalu berpaling lagi dengan tatapan dingin, tatapan itu sama seperti milik tatapan kakaknya. Zicola.

"Tidak perlu. Kapan pestanya selesai?" Tanya Yu pada kakaknya. "Mengapa kita harus terjebak dalam acara yang membosankan dan kaku seperti ini." Dia memangku dagu dengan tatapan polosnya.

Aku dan Zicola menukar pandangan, kami menganga kaget.

"Kita bisa berdansa jika kau tidak mau bermain piano" Zicola tersenyum lebar.

"Aku tahu kau akan merayuku disana, aku tahu itu" ucap Yu penuh curiga.

Zicola tertawa seketika, aku hampir tidak percaya jika pada akhirnya aku akan melihat Zicola tertawa lepas setelah enam belas tahun lamanya kami bersama.

"Kau keras kepala" ejek Zicola.

"Karena aku pekerja keras, maka kepalaku juga harus keras" jawab Yu dengan enteng.

"Apa pekerjaanmu?" Tanyaku setelah membungkam sebentar.

Yu mengambil segelas wine lagi, dan meminumnya. "Mengumpulkan koin"

Gadis yang rendah hati.

Yu gadis yang membingungkan, biasanya aku langsung tahu kepribadian seseorang dari pandangannya, tapi dia selalu menatap dingin tanpa ekspresi.

Sama seperti Zicola, saat dirinya merasa kesepian dan tidak di inginkan.

Ada kebaikan yang tersimpan dalam hatinya, aku merasakannya saat dia menolongku. Namun, ada banyak dendam dan benci dalam sorot matanya. Dia terlihat sedang membentengi diri dari siapapun.

CRAZY RICH MAN 18+ (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang