Selamat membaca..
***
"Siapa dia?" Tanya wanita seksi itu setelah selesai berciuman.
Julian tersenyum lebar, memutar tubuhnya dan menarik Yura kedalam dekapannya, "calon isteriku."
Kedua mata Yura membulat sempurna, semua orang terdiam dan tercengang. Butuh waktu yang cukup lama bagi mereka untuk meresfon perkataan Julian.
Dengan dorongan kuat Yura terlepas dari jangkauan Julian, "Itu tidak lucu! Dasar bodoh" makinya di depan umum, Yura melangkah menerobos kerumunan model yang langsung menatap dirinya dengan jijik.
"Seperti itukah tipemu?" Tanya Rihana dengan nada mengejek. "Jika di bandingkan dengan Nately. Dia, seperti tanah yang terinjak dan Nately berlian yang langka."
Julian tersenyum lebar masih melihat kemana arah perginya Yura, binar di matanya menghilang saat menatap Rihana.
"Tanah adalah tempat lahirnya kehidupan, dia tidak secantik dan semahal berlian. Mahluk hidup bisa bahagia tanpa memiliki berlian. Tapi mereka tidak seimbang dan tidak akan hidup tanpa adanya tanah."
Semua orang semakin di buat bungkam, begitu pula dengan Rihana yang langsung pucat pasi karena malu.
Yura melangkah terseok-seok di bawah sinar matahari yang menguning. Setelah cukup jauh melangakah, Ia duduk di bangku kecil pinggiran pantai, sesekali dia mengusap lengannya merasakan hawa dingin yang menusuk.
Lalu lalang orang berkeliaran tampak bahagia dengan apa yang telah mereka lewati hari ini.
Seulas senyuman iri mengiasi wajah Yura. Hidupnya kini serba berkecukupan.
Namun, Yura merasa terombang-ambing tanpa tujuan. Tangannya sudah tidak dapat melukis lagi, jiwanya pun semakin kosong.
Hidupnya terasa monoton layaknya robot kecil yang hanya bergerak di tempat, menunggu kapan baterainya habis dan mesinnya rusak.
Pandangan Yura terkunci pada gadis kecil yang berdiri di seberang jalan, kedua bola matanya tampak abu-abu, dia menggenggam tongkat yang menuntun dirinya kepada arah tujuan.
Tanpa di sadari Yura mendekat dan berdiri di depan gadis itu, "Hay" sapanya sambil meneliti penampilan gadis itu.
Wajah cantiknya tampak pucat, sewarna dengan rambutnya yang pirang. Pakaiannya terlihat lusuh dengan warna memudar dan kotor, ada lubang kecil yang menandakan pakaian itu sudah lama dan terlalu sering di pakai.
Hati Yura tertohok, melihat sepasang kaki kurus kering yang kotor terluka dan tanpa alas.
Flashback
Yura terbangun dengan segala tenaga yang tersisa, berusaha jauh dari segala katakutan dan kesakitannya.
Kepalanya terasa begitu pusing berdentuman, baju seragamnya menjadi kotor karena bercak darah yang keluar dari hidung.
Air matanya meleleh, dia terisak ketakutan, berjalan terseok-seok menyusuri jalanan, sesekali menyusut hidungnya dengan punggung tangannya, berjalan tanpa alas kaki.
Merasakan panas krikil batu yang menyakitkan.
Yura membungkuk memeluk lututnya, menangis terisak menyembunyikan wajahnya. "Jangan menyentuhku, jangan... aku mohon." Rintihnya dalam racauan.
"Hay"
Lamunan Yura tertarik oleh suara merdu gadis di depannya, dengan cepat ia mengusap air matanya dan tersenyum lebar. "Kau mau menyebrang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY RICH MAN 18+ (END)
SonstigesSemua orang selalu menganggapnya pria gila. Julian Giedon, pria yang pandai menghasilkan uang dengan kegilaannya yang menjadikannya salah satu pria terkaya di dunia. Julian suka pesta dan kebebas dalam hidup dan berpikir, dia adalah bad boy terfavo...
