15. Mulai serius

15.3K 650 91
                                        

Jangan lupa vote dan komentarnya
Selamat membaca

***

"Kau tidak kedinginan lagi kan?" Tanyanya dengan bangga karena berhasil membuatkan api layaknya api unggun.

"Ia, terimakasih" jawab Yura ragu, apalagi melihat senyuman sombong dan bangga Julian yang tidak memiliki perasaan bersalah sedikitpun karena tidak menghargai uang-uangnya. "Kenapa kau membakar uangmu?, itu ilegal dan di luar batas kewajaran."

"Dengar nona" Julian mencondongkan bahunya, mendekatkan wajahnya dengan wajah Yura. Hangat dan bau hangus kain juga uang terbakar, tercium dan bergabung di udara.

Yura sedikit bergeser dan menjauh dari wajah Julian yang terlalu dekat, "Apa?."

"Aku sedang menjadi pahlawan disini, aku menghangatkan tubuhmumu. Meski, aku tahu jalan yang terbaik menghangatkan tubuhmu adalah, kita bisa bercinta dan bergerak agar berkeringat dan panas. Tapi aku menghormatimu karena aku ingin kita bercinta di atas ranjang"

Mulut Yura menganga kaget, perkataan frontal Julian sangat mengejutkannya.

"Kau jangan mengkhawatirkan uangku, cukup dengan diam dan bernafas saja uangku mengalir masuk begitu banyak. Terbiasalah berkencan denganku" sambungnya lagi tidak kalah angkuh dari penjelasan pertama.

Bulu mata panjang Yura bergerak, gadis itu mengerjap berusaha untuk tidak semakin menganga dengan semua kegilaan Julian. Yura harus terbiasa.

Sejenak Julian meluangkan waktunya untuk membuka handponenya dan menghubungi Robin.

***

Robin menuangkan anggur lagi kedalam gelas, pria itu duduk dengan tegak menunjukan sedikit keangkuhannya pada wanita incarannya yang tidak lain, tidak bukan adalah salah satu karyawan Giedon Junior.

"Jadi kamu menolak pergi dengan bos?" Tanya Gwen penasaran, wanita berambut pirang di sanggul itu tampak periang.

Robin mengangguk cepat, "Dia sangat bergantung padaku, tidak ada bedanya seperti anak kecil. Aku harus mengajarinya bagaimana jadi pria sejati" tambah Robin menjatuhkan martabat bosnya.

Kening Gwen mengerut kurang setuju, "Bos adalah pria terseksi di Neydish, seburuk apapun kelakuannya dia akan tetap sempurna di mataku."

Robin langsung cemberut, memelintir dan menarik-narik ujung kemejanya karena kesal.

Mata Robin berkaca-kaca mengandalkan jurus andalan terakhirnya untuk menarik simpati Gwen, "Dia sangat menyiksaku. Menyiksa semua nilai dan harga diri semua pria di kota ini. Kau tidak lihat kami selalu kalah oleh pesonanya, laki-laki itu hanya terlalu kaya dan tampan. Tapi tidak setia" teriaknya frustasi. Robin menegak anggurnya lagi langsung dari botol.

"Ah ya ampun, kau mabuk" renggut Gwen tidak suka, namun Gwen sedikit bergeser dari sofa dan mendekati Robin yang sudah setengah sadar.

"Aku tidak mabuk. Gwen, ayo menikah denganku" kedua tangan Robin merentang siap untuk memeluk.

PLAK

Tamparan keras langsung medarat di pipi Robin, "Kau benar-benar mabuk. Mau aku antar pulang?." Tanya Gwen tanpa rasa bersalah sedikitpun melihat Robin yang gemetar mengucurkan air matanya dengan bibir bergetar dan mengusap pipinya.

"Gwen, aku bicara serius"

Belum sempat Gwen memberikan jawaban, suara deringan telepon masuk di handpone Robin langsung memotongnya.

"Aishh.. kenapa si brengsek itu menelponku!" Gerutu Robin menatap layar handponenya yang tertera nama Julian. "Lihatlah Gwen, sudah aku bilang, dia pria yang merepotkan. Kau terlalu cantik dan sempurna untuk bossku" isak Robin memperlihatkan layar handpone.

CRAZY RICH MAN 18+ (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang