24.

11.3K 444 89
                                        

Mulai sekarang akan slow update, soalnya saya sedang sibuk sekali.
Semoga kalian tetap menunggu setiap updatenya, terimakasih.
Jangan lupa vote dan komntarnya juga
SELAMAT MEMBACA...

Helaan nafas gusar kembali terdengar dari mulut Yura, sesekali Julian melirik gadis itu diam-diam. Bibirnya membentuk senyuman malu-malu, Julian membuang mukanya dan menyembunyikan senyumannya dengan tatapan dingin setiap kali Yura menengok dan melihatnya.

Julian tahu betul jika Yura tengah kesal karena paksaannya yang membawa gadis itu pulang. Namun, kemarahan Yura rupanya tidak cukup bisa membuat Julian berhenti untuk melakukan semua hal-hal yang konyol hingga ke titik tergilanya sebelum permintaannya terpenuhi.

Julian berdehem, mencoba memulai pembicaraan yang normal untuk memperbaiki suasana. "Kau suka makanannya?" Tanya Julian.

Yura tertunduk, menyuapkan beberapa suapan terakhir sarapannya. Stok kesabarannya mulai habis, menghadapi Julian dengan cara apapun tidak akan pernah menang, Yura tidak pernah mengerti dengan jalan berfikir Julian. Setiap kali dia menilainya dari segala sisi, maka semuanya akan berbeda. Julian terlalu banyak warna hingga Yura tidak tahu, warna apa yang sebenarnya apa yang pria itu miliki.

"Dua puluh menit lagi pesawatnya datang" kata Julian lagi meski dia  tahu Yura tidak akan menjawab.

"Julian"

Perhatian Julian teralihkan pada suara seseorang yang memanggil namanya, kepalanya terangkat dan menatap Arabella.

Arabella tersenyum lebar, sejenak dia melihat ke sekeliling dan memastikan jika yang ada di depannya memang Julian, setelah melihat banyak bodyguard ada di setiap sudut ruangan luar restorant, baru dia benar-benar percaya jika pria yang telah di sapanya seorang  Julian Giedon.

"Sejak kapan orang sepertimu datang ke tempat kumuh seperti ini?" Tanya Arabella dengan spontan.

"Aku mau jadi rakyat jelata" jawab Julian dengan kedikan di bahunya, dia sangat berharap Yura tahu apa maksud yang di ucapkannya.

Arabella tertawa sumbang, melirik Yura yang terlihat acuh dengan keberadaanya. Tanpa permisi wanita itu menarik kursi dan duduk di samping Julian, Arabella sudah terbiasa dengan wanita yang berada di samping Julian, semuanya sama dengan posisi dirinya. Hanya pengagum yang beruntung.

"Apa kabarmu Juls?"

"Seperti yang kau lihat" jawab Julian seadanya.

Kaki Arabella menyilang, sekali lagi melirik Yura yang baru dia sadari jika gadis di sampingnya itu akhir-akhir ini sering muncul di berbagai berita. "Kapan kau akan mengadakan pesta di kapal lagi?, sudah berapa bulan kau tidak melakukannya lagi. Jangan berubah jadi pria yang membosankan."

Seketika Julian tertawa geli, dia bahkan lupa berpesta dengan kapal dan berkeliling pulaunya sepanjang malam setelah keberadaan Yura, bahkan kini dia bisa menghitung dengan jari ada berapa pesta yang dia temui setelah kedatangan Yura.

Dulu, hampir setiap minggu Julian melakukan pesta gila-gilaan hingga menjadikannya seperti sebuah tradisi.

"Siapa gadis beruntung ini?" Tanya Arabella yang akhirnya merajuk pada Yura. sebanyak apapun Julian dekat dengan wanita, pria itu tidak pernah membawa mereka di hadapan public. Sudah cukup lama dia melihat banyak photo-photo keduanya yang tersebar luas di berbagai majalah dan Koran, Julian tidak melakukan penuntutan apapun dengan opini media.

"Aku Zuyura, adik angkatnya"  jawab Yura dengan cepat tepat saat  Julian membuka mulut untuk menjawab.

"Calon isteri" ralat Julian dengam cemberutan protesnya yang membuat Yura langsung berdecih.

CRAZY RICH MAN 18+ (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang